Setelah SBY lengser, perlu pemimpin orientasi maritim
Minggu, 02 Maret 2014 - 17:42 WIB
Setelah SBY lengser, perlu pemimpin orientasi maritim
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Maritim Institut (IMI) menegaskan, Presiden RI yang terpilih setelah Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), harus Presiden yang memiliki visi kuat di bidang maritim.
Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, Indonesia memiliki wilayah maritim atau laut yang sangat luas dan strategis. Sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah untuk terus menjaga wilayah maritim Indonesia.
"Banyak keuntungan Indonesia di wilayah maritim. Contohnya perikanan, di Indonesia yang menghasilan triliunan setiap tahunnya. Tapi sering dirampok oleh negara asing," kata Paonganan dalam diskusi pesan kunci dengan tema 'Indonesia Pasca SBY' di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/3/2014).
Selain perikanan, menurutnya, wilayah maritim Indonesia sangat strategis. Pasalnya, sekira 90 persen minyak dan gas (migas) yang ada di Indonesia, berasal dari wilayah maritim.
Untuk itu, dibutuhkan pemimpin seperti SBY yang sampai saat ini diyakini fokus memperhatikan maritim. "Zaman SBY, ada titik terang tentang maritim. Karena sistemnya lebih fokus soal maritim," pungkasnya.
Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, Indonesia memiliki wilayah maritim atau laut yang sangat luas dan strategis. Sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah untuk terus menjaga wilayah maritim Indonesia.
"Banyak keuntungan Indonesia di wilayah maritim. Contohnya perikanan, di Indonesia yang menghasilan triliunan setiap tahunnya. Tapi sering dirampok oleh negara asing," kata Paonganan dalam diskusi pesan kunci dengan tema 'Indonesia Pasca SBY' di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/3/2014).
Selain perikanan, menurutnya, wilayah maritim Indonesia sangat strategis. Pasalnya, sekira 90 persen minyak dan gas (migas) yang ada di Indonesia, berasal dari wilayah maritim.
Untuk itu, dibutuhkan pemimpin seperti SBY yang sampai saat ini diyakini fokus memperhatikan maritim. "Zaman SBY, ada titik terang tentang maritim. Karena sistemnya lebih fokus soal maritim," pungkasnya.
(maf)