Citra parpol anjlok, Demokrat tuntut peran aktif publik
Kamis, 27 Februari 2014 - 17:34 WIB
Citra parpol anjlok, Demokrat tuntut peran aktif publik
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang diselenggarakannya Pemilu 2014, banyak masyarakat yang mengkritisi Partai Demokrat, lantaran tidak puas dengan kinerja Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal tersebut ditanggapi serius oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Andi Nurpati.
Andi mengimbau, agar masyarakat turut berkontribusi dalam perpolitikan nasional, agar mengerti masalah yang dihadapi oleh partai politik (parpol).
"Kalau parpol buruk, perbaiki. Gimana caranya? Masuk, bergabung kedalamnya. Perbaiki dari dalam parpol," kata Andi di DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2014).
"Jangan hanya bisanya cuma jadi penonton. Kalau cuma menonton, bagaimana mau memerbaiki kesalahan yang dianggap ada itu. Ayolah berperan secara aktif," imbuhnya.
Selain itu, Andi juga menyesalkan sikap masyarakat, yang terlalu sibuk menuding parpol dengan prasangka buruk bahwa kader dalam parpol tersebut terlibat suatu kasus.
"Masyarakat kita ini sibuk menyalahkan parpol. Ada kebijakan yang dinilai tak pro rakyat, parpolnya disalahkan. Parpolnya dianggap punya kepentingan," tegas Andi.
Hal tersebut ditanggapi serius oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Andi Nurpati.
Andi mengimbau, agar masyarakat turut berkontribusi dalam perpolitikan nasional, agar mengerti masalah yang dihadapi oleh partai politik (parpol).
"Kalau parpol buruk, perbaiki. Gimana caranya? Masuk, bergabung kedalamnya. Perbaiki dari dalam parpol," kata Andi di DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2014).
"Jangan hanya bisanya cuma jadi penonton. Kalau cuma menonton, bagaimana mau memerbaiki kesalahan yang dianggap ada itu. Ayolah berperan secara aktif," imbuhnya.
Selain itu, Andi juga menyesalkan sikap masyarakat, yang terlalu sibuk menuding parpol dengan prasangka buruk bahwa kader dalam parpol tersebut terlibat suatu kasus.
"Masyarakat kita ini sibuk menyalahkan parpol. Ada kebijakan yang dinilai tak pro rakyat, parpolnya disalahkan. Parpolnya dianggap punya kepentingan," tegas Andi.
(maf)