7 juta siswa akan ikut UN
Senin, 24 Februari 2014 - 16:56 WIB
7 juta siswa akan ikut UN
A
A
A
Sindonews.com - Tahun ini sebanyak 7.157.218 siswa akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Anggaran yang dihabiskan untuk UN tahun ini mencapai Rp560 miliar.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengatakan, sebanyak 2,9 juta siswa SMP akan mengikuti UN. Selanjutnya 1,6 juta siswa SMA dan sederajat menjadi peserta UN dan 1,1 juta peserta didik SMK juga wajib menjalani ujian akhir. Jumlah 7 juta lebih siswa itu masih ditambah dengan peserta dari paket A dan B.
“7 juta siswa akan dinilai hasil belajarnya yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (24/2/2014).
M Nuh menyebutkan, anggaran yang dipakai untuk UN mencapai Rp560 miliar. Dengan rincian, per satu siswa biaya UN yang terpakai mencapai Rp80.000 dipakai untuk biaya pengawas, transportasi dan pemindaian lembar jawaban. Sedangkan untuk biaya percetakan naskah dan lembar jawaban menghabiskan Rp88,6 miliar.
Dia mengklaim, ada penghematan sekira 25 persen karena awalnya dana yang diajukan untuk percetakan mencapai Rp125 miliar. Namun, setelah melalui proses lelang dimana perusahaan banyak yang mengajukan dana produksi rendah maka anggaran pencetakan bisa dihemat.
Pemerintah juga telah menunjuk lima perusahaan untuk mencetak naskah soal. Yakni PT Karya Kita akan mencetak 1,8 juta naskah di regional satu terdiri dari Sumatera Utara, Aceh, Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.
Sedangkan PT Temprina Media Grafika akan menangani regional dua (Sumsel, Babel, Lampung, Bengkulu), regional tujuh (NTT, NTB,Bali) dan regional delapan (Sulsel, Sulbar, Sultara, Sulut, Sulteng, Gorontalo). Keseluruhan Temprina akan mencetak 1.806.630 naskah.
Selanjutnya PT Jasuindo Tiga Perkasa akan menangani regional tiga (Jakarta,Banten, Kalbar,Kalteng,Jambi,Papua,Papua Barat, Maluku,Maluku Utara) serta regional enam (Jatim,Kalsel,Kaltim,Kaltara). Seluruhnya ada 2.447.389 yang akan dicetak Jasuindo.
Lalu PT Masscom akan mencetak 1.037.532 naskah di regional lima (Yogyakarta dan Jateng) Terakhir PT Balebat akan mencetak di regional empat (Jabar) sebanyak 1.250.334 naskah. "Kami pesan ke percetakan untuk amankan stok sehingga tidak telat, perkuat manajemen percetakan, jaga keamanan dan kerahasiaan dan kawal pendistribusian," tegasnya.
Direktur Utama PT Temprina Media Grafika Justin M Herman menyatakan, meski perusahaanya termasuk salah satu pencetak surat suara pemilu namun dia memastikan percetakan naskah soal UN tidak akan terganggu. Dia menerangkan, percetakan surat suara untuk kawasan Jatim dan Papua sudah selesai.
Direncanakan pada 27 Februari akan mulai mencetak naskah UN. Diperkirakan dengan kapasitas produksi 600.000 lembar naskah maka dalam waktu dua minggu pencetakan naskah UN dan lembar jawaban akan selesai.
Sekretaris Balitbang Kemendikbud Dadang Sudiarto menambahkan, ketika pengumuman lelang dibuka ada 50-70 perusahaan di setiap regional yang membaca pengumuman tersebut. Lalu ketika masuk proses penawaran di setiap region ada 4-8 perusahaan yang memasukan proposal.
Kemendikbud memenangkan percetakan yang tidak ada masalah administrasi dan teknis. “Kami lihat kapasitas pabriknya. Berapa mesin yang dipakai lalu berapa jumlah pekerjanya,” tuturnya.
Baca berita:
UN akan memakai 160 varian soal
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengatakan, sebanyak 2,9 juta siswa SMP akan mengikuti UN. Selanjutnya 1,6 juta siswa SMA dan sederajat menjadi peserta UN dan 1,1 juta peserta didik SMK juga wajib menjalani ujian akhir. Jumlah 7 juta lebih siswa itu masih ditambah dengan peserta dari paket A dan B.
“7 juta siswa akan dinilai hasil belajarnya yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (24/2/2014).
M Nuh menyebutkan, anggaran yang dipakai untuk UN mencapai Rp560 miliar. Dengan rincian, per satu siswa biaya UN yang terpakai mencapai Rp80.000 dipakai untuk biaya pengawas, transportasi dan pemindaian lembar jawaban. Sedangkan untuk biaya percetakan naskah dan lembar jawaban menghabiskan Rp88,6 miliar.
Dia mengklaim, ada penghematan sekira 25 persen karena awalnya dana yang diajukan untuk percetakan mencapai Rp125 miliar. Namun, setelah melalui proses lelang dimana perusahaan banyak yang mengajukan dana produksi rendah maka anggaran pencetakan bisa dihemat.
Pemerintah juga telah menunjuk lima perusahaan untuk mencetak naskah soal. Yakni PT Karya Kita akan mencetak 1,8 juta naskah di regional satu terdiri dari Sumatera Utara, Aceh, Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.
Sedangkan PT Temprina Media Grafika akan menangani regional dua (Sumsel, Babel, Lampung, Bengkulu), regional tujuh (NTT, NTB,Bali) dan regional delapan (Sulsel, Sulbar, Sultara, Sulut, Sulteng, Gorontalo). Keseluruhan Temprina akan mencetak 1.806.630 naskah.
Selanjutnya PT Jasuindo Tiga Perkasa akan menangani regional tiga (Jakarta,Banten, Kalbar,Kalteng,Jambi,Papua,Papua Barat, Maluku,Maluku Utara) serta regional enam (Jatim,Kalsel,Kaltim,Kaltara). Seluruhnya ada 2.447.389 yang akan dicetak Jasuindo.
Lalu PT Masscom akan mencetak 1.037.532 naskah di regional lima (Yogyakarta dan Jateng) Terakhir PT Balebat akan mencetak di regional empat (Jabar) sebanyak 1.250.334 naskah. "Kami pesan ke percetakan untuk amankan stok sehingga tidak telat, perkuat manajemen percetakan, jaga keamanan dan kerahasiaan dan kawal pendistribusian," tegasnya.
Direktur Utama PT Temprina Media Grafika Justin M Herman menyatakan, meski perusahaanya termasuk salah satu pencetak surat suara pemilu namun dia memastikan percetakan naskah soal UN tidak akan terganggu. Dia menerangkan, percetakan surat suara untuk kawasan Jatim dan Papua sudah selesai.
Direncanakan pada 27 Februari akan mulai mencetak naskah UN. Diperkirakan dengan kapasitas produksi 600.000 lembar naskah maka dalam waktu dua minggu pencetakan naskah UN dan lembar jawaban akan selesai.
Sekretaris Balitbang Kemendikbud Dadang Sudiarto menambahkan, ketika pengumuman lelang dibuka ada 50-70 perusahaan di setiap regional yang membaca pengumuman tersebut. Lalu ketika masuk proses penawaran di setiap region ada 4-8 perusahaan yang memasukan proposal.
Kemendikbud memenangkan percetakan yang tidak ada masalah administrasi dan teknis. “Kami lihat kapasitas pabriknya. Berapa mesin yang dipakai lalu berapa jumlah pekerjanya,” tuturnya.
Baca berita:
UN akan memakai 160 varian soal
(kri)