Hindari kekacauan, sistem politik harus diubah sebelum pemilu

Minggu, 16 Februari 2014 - 17:29 WIB
Hindari kekacauan, sistem...
Hindari kekacauan, sistem politik harus diubah sebelum pemilu
A A A
Sindonews.com - Sistem perpolitikan yang dianut Indonesia dinilai masih kacau dan tidak jelas. Jika sistem politik tak diubah saat Pemilu 2014 digelar, maka siapapun pemenang pemilu bakal 'takluk' pada kehendak partai politik.

Hasil pemilu tanpa pemisahan kekuasaan yang jelas akan menimbulkan kekacauan pemerintahan. Kekacauan politik ini telah terjadi dari hasil pemilu sebelumnya.

Hal ini disoroti oleh Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2014).

Menurutnya, sistem semi presidensial yang dianut Indonesia merupakan sistem yang tidak jelas.

Dari tiga sistem yang dipakai seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif, dua lembaga kekuasan pemerintah dan DPR RI justru saling berebut kekuasaan satu sama lain. Padahal porsi kekuasaannya sudah jelas.

"Tidak ada pemisahan yang ada hanya pembagian saja. Itulah sebabnya tidak jelas," tegas Arbi.

Arbi mengambil contoh, Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memiliki kesempatan untuk mengelola pemerintahan berdasarkan sistem presidensial penuh, justru kalah dengan kehendak partai koalisi.

Dalam pemerintahan SBY, partai koalisi bukan mendukung malah sebaliknya saling menyandera. Hal tersebut lantaran partai koalisi cenderung berhitung masalah keuntungan politik.

"Ini kan kepentingan banyak parpol, multi partai buat kacau. Tidak ada kompetisi, mereka bersekongkol semua. Inilah yang sebabkan segala sesuatu bisa diatur," sambungnya.
(hyk)
Berita Terkait
Kemendagri Izinkan ASN...
Kemendagri Izinkan ASN Jadi Panitia Pemilu 2024, Perindo Tekankan Independensi
Independensi ASN dalam...
Independensi ASN dalam Pilpres
Media yang Bebas dan...
Media yang Bebas dan Bertanggung Jawab Kunci Melawan Covid-19
Independensi Kejaksaan...
Independensi Kejaksaan Agung pada Kasus Sambo
Bantuan Negara untuk...
Bantuan Negara untuk Perusahaan Media Tak Ganggu Independensi
Ngotot Bela Helmut Hermawan,...
Ngotot Bela Helmut Hermawan, Independensi IPW Diragukan
Berita Terkini
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved