Komite konvensi bantah aksi lempar kursi warnai debat

Jum'at, 14 Februari 2014 - 13:44 WIB
Komite konvensi bantah...
Komite konvensi bantah aksi lempar kursi warnai debat
A A A
Sindonews.com - Komite Konvensi Partai Demokrat membantah ada aksi saling lempar kursi saat debat peserta calon presiden (capres) di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

"Enggak ada (lempar kursi), hanya rebutan kursi. Karena memang melebihi kapasitas. Berebutan kursi, nah panitia kewalahan mengawasi itu," kata Anggota Komite Konvensi, Vera Febhyanty saat dihubungi wartawan, Jumat (14/2/2014).

Ia juga menyampaikan kegiatan itu sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, hanya saja pendukung dari peserta konvensi melebihi kapasitas.

"Sudah (sesuai SOP), Kunci di LO nya (peserta konvensi), kami yakin ini karena antusias. LO harusnya bisa memperhatikan pendukungnya. Ada SOP yang harus ditaati. Kan ruangan kecil," tuntasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan mewarnai acara debat Konvensi Capres Partai Demokrat sesi dua di Grand City, Surabaya, Kamis, 13 Februari 2014 malam. Keributan bermula ketika para pendukung kandidat saling meneriakkan yel-yel. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba bentrokan terjadi.

Aksi saling lempar kursi terjadi dari kubu pendukung dua kandidat capres. Tidak diketahui kubu siapa yang memulai keributan ini. Beruntung, kericuhan yang terjadi sekira 19.30 WIB ini hanya berlangsung sesaat. Polisi yang berada di lokasi langsung mengamankan wilayah sekitar. Kejadian berlangsung hanya sesaat sebelum lima capres memasuki ruang debat.

Lima capres yang melakukan debat pada sesi kedua ini adalah Dino Patti Djalal, Marzuki Alie, Irman Gusman, Ali Masykur Musa, dan Dahlan Iskan. Seluruh capres membawa serta puluhan hingga ratusan orang pendukungnya. Dari kelima capres, pendukung terbesar tampak didominasi Dahlan Iskan dan Irman Gusman.

Baca berita:
Kericuhan Konvensi Demokrat berawal dari tempat duduk
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved