Hanura desak KPU minimalkan angka golput

Minggu, 09 Februari 2014 - 17:31 WIB
Hanura desak KPU minimalkan...
Hanura desak KPU minimalkan angka golput
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Satuan Pemuda dan Mahasiswa (Sapma) Partai Hanura M Pradana Indrapura mengkhawatirkan tingginya angka golput dalam Pemilu 2014. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

"Partisipasi pemilih ini turun dari tahun ke tahun, ini kan pertanyaan bagi kita, ini pekerjaan rumah bagi kita semua," kata Pradana disela-sela Parpol Expo yang digelar Center of Election and Political Party FISIP UI di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014).

Tercatat, pada Pileg 1999 angka golput 10,2 persen, Pileg 2004 sebesar 23,3 persen dan pada tahun 2009 menjadi 29 persen pemilih yang tidak menggunakan haknya.

KPU, lanjutnya, juga harus bertanggung jawab untuk mengantisipasi angka golput di Pemilu 2014. Menurut Pradana, KPU harus mempunyai longterm training untuk menekan tingkat golput di Indonesia karena dari pemilu ke pemilu partisipasi pemilih menurun.

"Oh ya dong, menurut saya KPU harus berperan dan KPU harus berinisiatif dengan mengundang partai-partai politik ke sekolah atau kampus dengan menjelaskan soal pemilu," tegasnya.

Oleh karenanya, Pradana merespon positif digelarnya Parpol Expo yang digelar Center of Election and Political Party FISIP UI di Kampus UI Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini harus ditiru oleh para penyelenggara Pemilu.

"Ini perlu ditiru oleh lembaga-lembaga lain, baik oleh KPU harus ditiru banget. Bagi saya ini jemput bola," harapnya.

Dengan kegiatan ini, kata dia maka pemilih pemula mendapatkan edukasi politik dan pendidikan demokrasi. "Kegiatan ini bagi pemilih pemula dapat mengetahui juga soal Partai Hanura,"pungkasnya.

Baca berita:
KPU klaim pemilih pemula sebanyak 18 juta
(kri)
Berita Terkait
Denny JA: Jumlah Pemilih...
Denny JA: Jumlah Pemilih Partai Islam Terus Menurun Setiap Pemilu
Demi Partisipasi Pemilih...
Demi Partisipasi Pemilih di Pilkada, KPPS Perlu Pakai Hazmat?
Suara Anak Muda Diperebutkan,...
Suara Anak Muda Diperebutkan, Ketua BEM Unpad: Tidak Boleh Antipolitik
Bertemu Relawan di Tangerang,...
Bertemu Relawan di Tangerang, Kaesang Bicara soal Swing Voters
Partispasi Pemilih di...
Partispasi Pemilih di Pilkada 2024 di Bawah 70%, KPU Bakal Lakukan Evaluasi
Milenial Riau Solid...
Milenial Riau Solid Dukung Ganjar, Ingin Indonesia Tangguh
Berita Terkini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved