Yenny Wahid enggan jadi Capres PPP

Minggu, 09 Februari 2014 - 06:31 WIB
Yenny Wahid enggan jadi...
Yenny Wahid enggan jadi Capres PPP
A A A
Sindonews.com - Pembahasan calon presiden (capres) dalam Mukernas II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Bandung, sempat memunculkan nama Yenny Wahid sebagai salah satu kandidat.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP, Ahmad Yani. Menurutnya, Dorongan itu datang dari beberapa DPW yang menginginkan putri almarhum Gus Dur itu dipertimbangkan PPP untuk diusung jadi capres.

Namun anggota DPR dari Fraksi PPP ini menjelaskan, jika Yenny menolak untuk diusung jadi capres. "Mbak Yenny (alasannya) personal," kata Ahmad, di Hotel Grand Royal Preanger, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014) dini hari.

Disinggung soal adanya dukungan dari kelompok pecinta Gus Dur pada Yenny, hal itu sangat dihargai. "Secara personal dia (Yenny) memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya. Tapi alasannya sangat personal, kita hargai," ungkapnya.

Sementara selain Yenny, ada nama lain yang sempat mencuat dalam pembahasan tapi berakhir batal yaitu Jenderal TNI Moeldoko. Meski diusulkan beberapa DPW, nama Moeldoko akhirnya tersingkir untuk dipertimbangkan sebagai capres.

Berbeda dengan Yenny yang menolak diusung, Moeldoko justru dibatalkan untuk diusulkan dalam pembahasan. Alasannya PPP tidak ingin membawa Moeldoko yang saat ini masih menjabat Panglima TNI untuk masuk dalam politik praktis.

Pada masa awal reformasi, kata Ahmad Yani, PPP adalah salah satu pihak yang menginginkan agar TNI tidak masuk politik praktis. Jika Moeldoko diusulkan untuk dibahas, itu sama dengan mengingkari perjuangan PPP dulu.

"Oleh karena itu, kita tidak ingin menyeret TNI masuk (pada politik praktis)," tegasnya.

Dalam pembahasan capres, Ahmad menyebut ada tujuh nama yang diusulkan untuk dibahas sebagai kandidat capres, salah satunya adalah Din Syamsuddin, Jusuf Kalla, dan Abraham Samad. "Tujuh nama ini yang dicoba masuk dalam radar pantauannya PPP," ucapnya.

Disinggung soal nama Khofifah Indar Parawansa, ia tidak memberi jawaban pasti. "Khofifah kayaknya masuk," imbuhnya.

Oris
(maf)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved