KPU tolak tambah anggaran terkait distribusi logistik
Kamis, 06 Februari 2014 - 17:38 WIB
KPU tolak tambah anggaran terkait distribusi logistik
A
A
A
Sindonews.com - Meski banyak mengalami kendala biaya dalam melakukan proses distribusi logistik pemilu di setiap kabupaten dan kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap menolak penambahan anggaran tersebut.
"Mereka ngeluh minta tambahan anggaran tapi saya tolak," kata Komisioner KPU Arief Budiman, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Permintaan penambahan anggaran datang dari KPU provinsi dan KPU tingkat kabupaten dan kota, untuk membiayai distribusi penyebaran logistik pemilu.
Dia menambahkan, pihaknya berharap semua KPU daerah yang mengalami kendala agar memaksimalkan anggaran yang masih tersedia. Sebab, untuk pengadaan dan distribusi sudah menjadi tanggung jawab perusahaan atau konsorsium pemenang jatah logistik. "Nah saya bilang optimalkan anggaran yang ada," ucapnya.
Sebelumnya, KPU tengah menganggarkan pengadaan dan distribusi logistik dalam skema satu paket yakni sebesar Rp850 miliar. Di mana perusahan produsen logistik berkewajiban membiayai pengiriman barang logistik itu sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Mereka ngeluh minta tambahan anggaran tapi saya tolak," kata Komisioner KPU Arief Budiman, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Permintaan penambahan anggaran datang dari KPU provinsi dan KPU tingkat kabupaten dan kota, untuk membiayai distribusi penyebaran logistik pemilu.
Dia menambahkan, pihaknya berharap semua KPU daerah yang mengalami kendala agar memaksimalkan anggaran yang masih tersedia. Sebab, untuk pengadaan dan distribusi sudah menjadi tanggung jawab perusahaan atau konsorsium pemenang jatah logistik. "Nah saya bilang optimalkan anggaran yang ada," ucapnya.
Sebelumnya, KPU tengah menganggarkan pengadaan dan distribusi logistik dalam skema satu paket yakni sebesar Rp850 miliar. Di mana perusahan produsen logistik berkewajiban membiayai pengiriman barang logistik itu sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
(maf)