Geografi Indonesia hambat pemberian layanan kesehatan

Kamis, 06 Februari 2014 - 16:07 WIB
Geografi Indonesia hambat...
Geografi Indonesia hambat pemberian layanan kesehatan
A A A
Sindonews.com - Pelayanan kesehatan masih menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan kondisi geografi Indonesia yang cukup menyulitkan untuk pemberian sarana kesehatan tersebut.

Pernyataan tersebut dikatakan Brian Sriprahastuti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), yang meraih promosi doktor, lewat disertasinya berjudul “Model Utilisasi Layanan Penanganan Balita Sakit di Masyarakat”.

Disertasi yang dipaparkan Brian Sriprahastuti berisi tentang fakta belum tercapainya target penurunan sebanyak 20 persen, atas angka kematian balita di
kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, angka kematian balita di Kabupaten Timor Tengah Selatan, masih tergolong tinggi. Kondisi ini terjadi, karena geografis yang sulit dan keterbatasan layanan kesehatan masyarakat di kabupaten itu.

"Salah satu hasil data yang saya temukan dalam penelitian mengenai Manajemen Terpadu Penanganan Balita Sakit Berbasis Masyarakat (MTBS-M), merupakan sebuah pendekatan yang memberi tanggung jawab kepada masyarakat untuk dapat menangani balita sakit dengan memanfaatkan tenaga sukarela kesehatan sebagai kader dan motivator," kata Brian di Gedung G FKM UI, Depok, Kamis (6/2/2014).

Ia melakukan indikator dengan penelitian terjun ke 40 desa dan 40 puskesmas. Salah satunya adalah, pemberian oralit dan zinc untuk kasus diare, pemberian parasetamol untuk kasus demam, pemnerian ACT (Artesunate Combined Therapy) untuk kasus malaria, pemberian ASI esksklusif, imunisasi lengkap, dan pemasangan kelambu untuk tempat tidur balita.

"Upaya penanganan balita sakit di masyarakat masih relevan diterapkan di daerah di Indonesia, yang memiliki kendala hambatan aksesibilitas dan ketersediaan fasilitas layanan kesehatan. Hanya diare yang saya lihat diberikan otoritas penuh kuratif. Penyakit yang lain penanganan, lalu rujukan," jelasnya.

Penelitian Brian menghasilkan tiga model utilisasi layanan penanganan balita sakit yaitu, model matematis utilisasi layanan promotif-preventif, model matematis utilitas layanan, dan model spasial utulisasi layanan balita sakit.

Dari penelitiannya, Brian menyarankan kepada pemerintah pusat, untuk membuat peratiran pemerintah yang mewajibkan penerapan MTBS sebagai standar pelayanan minimal penanganan balita sakit di fasilitas kasehatan.

Promotor Dewan Penguji Purnawan Junadi selanjutnya melantik Brian dengan nilai sangat memuaskan. Menurutnya, penelitian Brian dengan ide tersebut terbilang unik. Intinya ada peran pemberdayaan masyarakat dan peran kader sebagai jembatan ke masyarakat.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved