Pemerintah diminta perhatikan keselamatan pelayaran

Rabu, 05 Februari 2014 - 14:49 WIB
Pemerintah diminta perhatikan...
Pemerintah diminta perhatikan keselamatan pelayaran
A A A
Sindonews.com - Keselamatan pelayaran belum menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Meski cuaca buruk, sejumlah pelayaran masih dilakukan sehingga mengakibatkan kecelakaan.

Hal ini dikatakan Anggota Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo. Menurutnya, pembiaran tersebut menyebabkan rangkaian musibah kecelakaan kapal yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia selama sebulan terakhir.

Pasalnya, selama Januari hingga awal Februari 2014, belasan kecelakaan kapal mulai dari tenggelam hingga kebocoran, terjadi akibat cuaca buruk.

“Selama sebulan terakhir, tercatat belasan kecelakaan kapal tenggelam maupun bocor akibat menerjang cuaca buruk," kata Sigit dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

"Itu belum termasuk kapal-kapal nelayan yang tergulung ombak. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena tidak hanya menyebabkan kerugian material, tapi juga nyawa. Bagaimana bisa dalam kondisi cuaca buruk, masih diizinkan berlayar,” imbuhnya.

Menurut Sigit, Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2008 mengamanatkan, setiap pengoperasian kapal dan pelabuhan, wajib memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan serta perlindungan lingkungan maritim.

Selain itu menurutnya, Syahbandar Pelabuhan adalah pejabat pemerintah di pelabuhan, memiliki kewenangan tertinggi untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran.

Dengan demikian, kata Sigit, seharusnya Syahbandar Pelabuhan komersial dan pelabuhan perikanan, tidak mengeluarkan surat izin berlayar ketika cuaca buruk untuk menghindari kecelakaan. Dan perintah Syahbandar Pelabuhan tidak bisa ditawar.

“Namun, dalam penyelenggaraan pelayaran yang menjadi urat nadi transportasi di Indonesia, faktor keselamatan memang kerap diabaikan. Terbukti dengan masih banyak kapal yang berlayar meski BMKG sudah memperingatkan tentang cuaca buruk dan gelombang tinggi,” ucapnya.

Selain itu, maraknya kecelakaan kapal akhir-akhir ini, diduga akibat kurang masifnya desiminasi informasi kecuacaan kepada pihak terkait, khususnya pelaku pelayaran. Sebagai contoh, kata Sigit, banyak nelayan yang melaut karena ketidaktahuan mereka akan cuaca buruk.
(maf)
Berita Terkait
Modifikasi Cuaca Berlanjut...
Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 9 September 2023
Prakiraan Cuaca 5 Kota...
Prakiraan Cuaca 5 Kota Besar di Indonesia, Sebagian Cerah Berawan
Cuaca Jabodetabek Diprediksi...
Cuaca Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Puasa Ramadhan Hari...
Puasa Ramadhan Hari Ke-15, Cuaca Jakarta Cenderung Panas Sepanjang Hari
Era Baru Dunia Meteorologi,...
Era Baru Dunia Meteorologi, Pentingnya Kolaboratif terkait Informasi Cuaca
Cuaca DKI Hari Ini,...
Cuaca DKI Hari Ini, Waspadai Hujan Disertai Kilat di Jaksel dan Jaktim
Berita Terkini
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved