Pemetaan pengendalian penduduk, pemerintah bentuk PPI

Kamis, 30 Januari 2014 - 03:00 WIB
Pemetaan pengendalian...
Pemetaan pengendalian penduduk, pemerintah bentuk PPI
A A A
Sindonews.com - Mencapai Bonus Demografi, pemerintah membuat Proyeksi Penduduk Indonesia (PPI) 2010-2035. Dengan melakukaan pemetaan pengendalian penduduk dan ketenagakerjaan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal mengatakan, dalam pengendalian penduduk, harus difokuskan di mana saja jumlah penduduk terbesar.

Menurutnya, saat ini daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa tengah merupakan daerah yang mememiliki banyak penduduk. Karena itu, permasalahan penduduk kurang terkontrol setelah era reformasi, maka saat ini telah terajdi kepadatan meningkat dua kali lipat perkilometer.

"Di bagian timur Indonesia menjadi daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Maka harus dilakukan indeks tekanan penduduk karena ada gejala kelebihan penduduk disuatu daerah," kata Fasli Jalal, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu 29 Januari 2014.

Menurutnya, dengan kondisi demikian, akan terjadi dampak penekanan penduduk seperti kemerosotan tingkat hidup penduduk, seperti kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, ekspansi ke daerah lainnya guna mendapatkan lahan usaha tani dengan merambah hutan serta gerak penduduk baik permanen atau nonpermanen untuk mendapatkan peluang bekerja.

“Salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan beban masalah daerah yang bervariasi saat ini,” ucapnya.

Fasli mengatakan, negara yang sudah menikmati bonus demografi seperti Cina dan Thailand mempunyai pertumbuhan ekonomi harus di atas enam persen. Dalam memanfaatkan bonus demografi sangat tergantung dari spesifikasi masing-masing provinsi.

Untuk mendapatkan bonus demografi maka peningkatan taraf hidup masyarakat seperti kesehatan, pendidikan serta keterampilan dalam mendapatkan lapangan kerja.

“Diperkirakan di Indonesia sampai pada 2030 negara masih menjaid pemasok tenaga kerja. Saat ini terdapat 700 juta pekerja sektor industri dan 60 persen berada di Asia,” ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Setelah Jakarta dan...
Setelah Jakarta dan Surabaya, Program Lingkungan MAPAN Diluncurkan di Karawang
Tiga Program Unggulan...
Tiga Program Unggulan PHE OSES Berdayakan Masyarakat di Kepulauan Seribu
Askrindo Dorong Pemberdayaan...
Askrindo Dorong Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program Berkelanjutan
PHE ONWJ Berdayakan...
PHE ONWJ Berdayakan Masyarakat Ubah Limbah Cangkang Rajungan Jadi Berkah
Berdayakan Ekonomi,...
Berdayakan Ekonomi, HFHI Sediakan Rumah Layak bagi Puluhan Ribu Keluarga
Lewat Aksi Berbagi,...
Lewat Aksi Berbagi, PNN 2025 Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved