Pasek sebut kebenaran dengan pembenaran beda

Senin, 27 Januari 2014 - 18:11 WIB
Pasek sebut kebenaran...
Pasek sebut kebenaran dengan pembenaran beda
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR RI Gede Pasek Suardika, mengaku masih menunggu respons surat pemecatan atau Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dikembalikan pimpinan DPR RI kepada Partai Demokrat.

Menurut Pasek, terkait PAW dirinya, Demokrat harus menjelaskan alasannya secara jelas.

Tetapi, jika Demokrat memaksakan pemecatan dirinya sebagai anggota fraksi Demokrat, maka Pasek meminta kepada Demokrat menjelaskan secara gamblang kepada publik.

Pasek mengatakan, selama ini dirinya sudah menjelaskan kepada publik tentang fakta yang sebenarnya terkait PAW dirinya. Kini setelah surat dikembalikan ke Demokrat, tugas pengurus partai menjelaskan hal tersebut.

"Kita akan mencari kebenarannya, karena saya hanya menjelaskan bahwa kebenaran sama pembenaran merupakan hal yang berbeda," kata Pasek usai diskusi bertajuk 'Lingkaran Kekuasaan, Konflik Politik dan Korupsi,' di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).

Loyalis Anas Urbaningrum ini berharap, kepada jajaran pengurus Partai Demokrat tidak mencari pembenaran atas pemecatan dirinya. Sebaliknya, Demokrat harus menjelaskan berdasarkan fakta kebenaran.

"Prosedur yang mana? Jelas-jelas undang-undang (soal PAW) melarang kok, masih mencari pembenaran. Tapi kalau kebenaran merupakan kesepakatan bersama," ujarnya.

Adapun, jika akhirnya partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut meminta Pasek mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR, maka Pasek mengaku legowo terkait putusan partainya itu.

Sebelumnya, Pasek di PAW dari keanggotaannya sebagai fraksi Demokrat. Alasan PAW karena Pasek dianggap melanggar pakta integritas yang ditetapkan bersama bagi kader dan pengurus partai berlambang bintang segitiga tersebut.

Pemecatan Pasek upaya bersihkan 'virus' Anas
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved