Somasi merupakan penyakit kekuasaan

Senin, 27 Januari 2014 - 16:21 WIB
Somasi merupakan penyakit...
Somasi merupakan penyakit kekuasaan
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk menilai, langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyewa jasa pengacara untuk melayangkan somasi kepada lawan politiknya, kurang tepat.

Sebab, pendapat atau kritik masyarakat seharusnya dipahami sebagai kontruksi dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Jangan sebaliknya, justru pendapat masyarakat dijadikan ancaman kekuasaan.

"Sedikit-sedikit somasi, ini kan penyakit kekuasaan. Baru adu argumentasi dikirim somasi," kata Hamdi, saat diskusi bertajuk Lingkaran Kekuasaan, Konflik Politik dan Korupsi, di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).

Somasi, kata Hamdi, merupakan bentuk abuse of power (penyelewengan) dan penyakit kekuasaan. Oleh karenanya, harus dilawan. Hamdi menambahkan, dalam iklim demokrasi, beda pendapat dan kritik merupakan hal yang wajar.

Sehingga, jika kritik masyarakat dibalas 'ancaman' hukum kekuasaan, maka perkembangan demokrasi semakin hilang. "Demokrasi memang meniscayakan kita berkompetisi. Asal koridornya dijaga," ucapnya.

"Intinya demokrasi itu semua boleh bersuara, beraspirasi, dijamin konstitusi. Asal dilakukan dengan non violence. Karena kalau violence, itu konflik. Kalau adu argumen, itu biasa. Jangan kirim militer," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden SBY melayangkan somasi terhadap bekas Menteri Bidang Perekonomian Rizal Ramli. Rizal disomasi karena pernyataannya yang menyatakan bahwa jabatan Wakil Presiden Boediono adalah gratifikasi dari kasus Bank Century.

Selain itu, Presiden juga mensomasi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah karena pernyataannya yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dalam kasus Hambalang.

Merasa dirugikan, SBY dinilai wajar layangkan somasi
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
Din: Orang yang disomasi SBY jangan takut
(maf)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved