Di era SBY, Rizal pernah ingin dipolisikan

Senin, 27 Januari 2014 - 16:05 WIB
Di era SBY, Rizal pernah...
Di era SBY, Rizal pernah ingin dipolisikan
A A A
Sindonews.com - Mantan Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli, pernah dua kali ingin dijebloskan ke penjara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Yang pertama kali, yaitu pada 2008. Saat itu, Rizal Ramli dituduh sebagai otak dari aksi pembakaran dua mobil di depan kampus Atmajaya, yang dilakukan oleh para mahasiswa ketika berunjuk rasa penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami pernah dituduh sebagai otak pembakaran mobil di depan Atmajaya pada tahun 2008," kata Rizal Ramli saat konferensi pers di Gedung Joang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).

Padahal, kata dia, dirinya sedang berada di Cirebon, saat aksi pembakaran dua mobil di depan kampus Atmajaya tersebut. "Pada pemerintahan Presiden SBY saya hampir dipenjara tahun 2008, karena berbeda pendapat, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ketika itu," ungkapnya.

"Kami minta hilangkan dulu KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) di sektor migas, sebelum menaikkan harga BBM. Itu terbukti saat ini ditangani KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dan Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, korupsi sektor migas adalah korupsi terbesar," imbuhnya.

Rizal Ramli pun diperiksa pihak kepolisian saat itu. Akan tetapi, walaupun diperiksa berhari-hari, dirinya tak terbukti sebagai otak dari aksi pembekaran dua mobil tersebut.

"Sejak tahun 2008 SBY dengan sengaja melakukan pola seperti rezim otoriter orde baru, dengan ingin memenjarakan orang-orang yang berseberangan pendapat dengan melakukan pola yang konyol," ucapnya.

Kemudian, yang kedua kalinya yakni, pada 2012. Saat itu, Rizal dituduh sebagai salah satu otak dari upaya kudeta Pemerintahan SBY. Saat itu, Presiden SBY melakukan pertemuan dengan sejumlah menterinya beserta sejumlah jenderal militer, dan beberapa pimpinan media massa.

Pada pertemuan itu, SBY memberitahukan akan ada kudeta pemerintahannya. "Yang kedua, kami juga dituduh merekayasa kudeta pemerintah pada 18 Maret 2012 oleh Presiden SBY," tuturnya.

Dia pun tak habis pikir dengan sikap Presiden SBY tersebut. "Di dunia yang bisa kudeta pemerintah itu oleh pihak bersenjata, bukan sipil. Segitu galaunya SBY sampai menuduh kami," pungkasnya.

Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
Din: Orang yang disomasi SBY jangan takut
(maf)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved