Terkait somasi SBY, IPW imbau Polri bersikap netral
Minggu, 26 Januari 2014 - 18:53 WIB
Terkait somasi SBY, IPW imbau Polri bersikap netral
A
A
A
Sindonews.com - Sikap pengacara keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melayangkan somasi ke sejumlah tokoh dan politikus dinilai hanya akan merugikan citranya Ketua Umum Partai Demokrat tersebut sebagai presiden. Setidaknya ada empat fenomena yang muncul, yang semuanya akan merugikan citra SBY.
Melihat kondisi ini, Indonesia Police Watch (IPW) mengimbau Polri mencermatinya dan tetap bersikap netral. Sebab situasi sosial politik akan riuh pasca somasi, yang otomatis bisa menjadi ancaman bagi situasi kamtibmas. Ada pun keempat fenomena yang muncul sebagai berikut:
Pertama, somasi akan memunculkan keinginan kelompok-kelompok di masyarakat untuk mengkritik dan menghujat Presiden SBY dan keluarganya, baik di media massa maupun di media sosial, seperti Facebook dan Twitter.
"Tujuannya melakukan 'uji nyali' dan menaikkan rating ataupun meningkatkan popularitas penghujat," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Minggu (26/1/2014).
Kedua, lanjut dia, somasi akan memperbanyak musuh politik maupun musuh sosial Presiden SBY dan keluarganya. Sebab, dengan banyaknya orang-orang yang mengkritik dan menghujat Presiden SBY dan keluarganya otomatis membuat pengacara Keluarga Cikeas itu makin banyak mengeluarkan somasi dan tuntutan.
"Yang ujung-ujungnya membuat musuh politik maupun musuh sosial Keluarga Cikeas kian banyak," ucap Neta.
Ketiga, citra Presiden SBY dan keluarganya akan semakin buruk seiring makin banyaknya musuh politik dan musuh sosial mereka. Padahal sebelumnya, kata Neta, di era pertama kepemimpinannya citra SBY cukup positif, meski ada prokontra terhadap kepemimpinannya.
Yang keempat, jelas Neta, kepolisian akan makin repot di tahun politik 2014. Selain harus mengantisipasi situasi kamtibmas dan potensi-potensi konflik, Polri juga harus memproses laporan-laporan pencemaran nama baik SBY yang dilakukan pengacaranya, jika tidak tercapai perdamaian dalam somasi yang dilayangkan.
Untuk itu, IPW mengimbau Polri mencermati situasi ini. Tujuannya agar Polri tidak terjebak menjadi alat politik atau dituding menjadi alat kekuasaan untuk 'menghabisi' lawan politik kekuasaan.
"Kesan itu bisa muncul jika Polri buru-buru memproses laporan pengacara SBY terhadap pihak-pihak yang mengkritik Keluarga Cikeas," pungkas dia.
Baca berita:
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
SBY juga somasi Rizal Ramli dan aktivis PPI
Melihat kondisi ini, Indonesia Police Watch (IPW) mengimbau Polri mencermatinya dan tetap bersikap netral. Sebab situasi sosial politik akan riuh pasca somasi, yang otomatis bisa menjadi ancaman bagi situasi kamtibmas. Ada pun keempat fenomena yang muncul sebagai berikut:
Pertama, somasi akan memunculkan keinginan kelompok-kelompok di masyarakat untuk mengkritik dan menghujat Presiden SBY dan keluarganya, baik di media massa maupun di media sosial, seperti Facebook dan Twitter.
"Tujuannya melakukan 'uji nyali' dan menaikkan rating ataupun meningkatkan popularitas penghujat," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Minggu (26/1/2014).
Kedua, lanjut dia, somasi akan memperbanyak musuh politik maupun musuh sosial Presiden SBY dan keluarganya. Sebab, dengan banyaknya orang-orang yang mengkritik dan menghujat Presiden SBY dan keluarganya otomatis membuat pengacara Keluarga Cikeas itu makin banyak mengeluarkan somasi dan tuntutan.
"Yang ujung-ujungnya membuat musuh politik maupun musuh sosial Keluarga Cikeas kian banyak," ucap Neta.
Ketiga, citra Presiden SBY dan keluarganya akan semakin buruk seiring makin banyaknya musuh politik dan musuh sosial mereka. Padahal sebelumnya, kata Neta, di era pertama kepemimpinannya citra SBY cukup positif, meski ada prokontra terhadap kepemimpinannya.
Yang keempat, jelas Neta, kepolisian akan makin repot di tahun politik 2014. Selain harus mengantisipasi situasi kamtibmas dan potensi-potensi konflik, Polri juga harus memproses laporan-laporan pencemaran nama baik SBY yang dilakukan pengacaranya, jika tidak tercapai perdamaian dalam somasi yang dilayangkan.
Untuk itu, IPW mengimbau Polri mencermati situasi ini. Tujuannya agar Polri tidak terjebak menjadi alat politik atau dituding menjadi alat kekuasaan untuk 'menghabisi' lawan politik kekuasaan.
"Kesan itu bisa muncul jika Polri buru-buru memproses laporan pengacara SBY terhadap pihak-pihak yang mengkritik Keluarga Cikeas," pungkas dia.
Baca berita:
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
SBY juga somasi Rizal Ramli dan aktivis PPI
(kri)