Isu BPJS jadi 'senjata' di Muscab IDI Depok

Minggu, 26 Januari 2014 - 15:36 WIB
Isu BPJS jadi senjata...
Isu BPJS jadi 'senjata' di Muscab IDI Depok
A A A
Sindonews.com - Pemberlakuan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dinilai masih membingungkan peserta baik pasien, dokter, hingga pihak rumah sakit. Karena itu, isu yang tengah hangat tersebut menjadi 'kendaraan' atau strategi visi misi bagi dua kandidat calon Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2014-2016.

Musyawarah Cabang (Muscab) IDI Kota Depok tersebut digelar di RS Hermina, Jalan Siliwangi, Depok, Minggu (26/01/2014). Calonnya, ada dua dokter, yakni dr Nuryadi Dewanto, yang merupakan Kepala IGD RS Sentra Medika dan dr H Sukwanto Gamalyono, MARS, yang merupakan pemilik klinik di Palsi Gunung Selatan, Cimanggis, Depok serta praktik di RS Ciawi, Bogor.

Calon pertama yakni dr Nuryadi Dewanto menggagas visi-misi akan membentuk tim satgas khusus para dokter untuk mengawal aturan main BPJS. Sebab sampai saat ini, kata dia, masalah BPJS masih berputar pada database dokter, pasien, dan klinik, serta masalah tarif dan kapitasi terkait iur peserta BPJS.

"Saya akan bikin database secara komputerisasi, jadi nanti terkoneksi setiap anggota IDI, selama ini belum punya data itu. Jika terpilih, saya siap mengawal BPJS membentuk tim satgas, yang isinya dokter umum, layanan primer dan spesialis semua ada. Namun tetap mengedepankan secara etika dokter," tegas Nuryadi.

Sementara itu, kandidat lainnya yakni dr H Sukwanto Gamalyono, MARS juga mengambil isu BPJS, meskipun ia lebih mengusung masalah perizinan klinik yang masih berbelit-belit di Depok. Ia berjanji, jika ia memimpin IDI, maka masalah perizinan klinik dengan pemerintah kota akan lebih sederhana terutama terkait aturan baru yakni Izin Sosial Budaya.

"Harapan yang paling saya inginkan mempermudah perizinan dokter, karena selama ini banyak kendala hanya di Depok. Aturan terlalu kaku, sehingga disini setahun lagi ke depan bisa jadi banyak klinik yang tutup karena banyak klinik yang tak punya IMB, apalagi urus Izin Sosial Budaya sampai habis ratusan juta, belum lagi berbelit-belit, saya akan lakukan bargaining position lagi," tegasnya.

Ia menambahkan terkait era program BPJS membuat dokter menjadi pusing. Terutama terkait kapitasi yang minim sementara pelayanan kesehatan terhadap pasien harus tetap optimal.

"Pasien berobat, dengan kapitasi rendah, dikasih duit sekian, lab misalnya darah, dan urin rutin, kalau tipes kan harus ada widal. Setelah di rumah sakit, karena modalnya dikasih Rp120 ribu, belum jasa dokter, ada obat, lab, periksa semua, malah pasien balik lagi ke klinik saya belum diperiksa lab, karena kapitasinya terlalu murah, pasien jelas jadi korban, dokter apalagi, kalau kerjanya seasalnya nanti bisa-bisa terjadi mal praktik," tukasnya.

Baca berita:
IDI minta dokter BPJS dapat insentif tetap
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved