Insentif dokter tak ada, pelayanan kesehatan terancam

Rabu, 22 Januari 2014 - 23:45 WIB
Insentif dokter tak...
Insentif dokter tak ada, pelayanan kesehatan terancam
A A A
Sindonews.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan, tidak adanya insentif tetap untuk dokter dan petugas kesehatan akan berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat khususnya di pelayanan primer.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zainal Abidin mengatakan, salah satu dampak terbesar dari tidak adanya insentif tetap terhadap dokter dan petugas kesehatan seperti perawat, bidan dan apoteker berdampak pada pelayanan kesehatan. Selain berdampak pada pelayanan, pendapatan yang didapat juga akan berkurang.

"Pasti kontinuitas pelayanan kesehatan terhambat," tandasnya saat ditemui di Kantor IDI, Jakarta, Rabu (22/11/2014).

Dalam hal ini, Zainal tidak dapat memastikan berapa penghasilan yang akan didapat setelah diterapkannya sistem kapitasi yang diterima dokter dan petugas kesehatan di pelayanan dasar. Untuk itu diharapkan, pemerintah dapat mempertimbangkan agar pemberian insentif tidak terlalu lama.

"Jangan menunggu sampai satu tahun, jika tidak diatur maka akan berbahaya bagi pelayananya," kata dia.

Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan dan memprioritaskan dokter dan petugas kesehatan di pelayanan primer. Seharusnya dengan adanya kebijakan baru seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) seharusnya tidak menjadi hambatan dalam pemberian layanan.

"Regulasi dibuat seharusnya tidak untuk menghambat, jika ada yang menghambat maka harus segera dirubah," tandasnya.

Selama ini jumlah puskesmas dan klinik swasta lebih banyak, dengan sistem kapitasi yang diterapkan diperkirakan pendapatan mereka akan terganggu. Insentif ini juga menjadi permintaan Presiden, untuk itu diharapkan pemerintah dapat mengikuti instruksi yang diputuskan dalam rapat serta melakukan pengkajian.

Zainal menegaskan, sambil berjalan pola pikir dokter dan masyarakat terkait kesehatan harus ditingkatkan. Karena hal ini akan berkaitan kepada sistem kapitasi sebagai penghasilan yang diterima oleh dokter dan pelayanan kesehatan lainnya pada layanan primer.

"Diusahakan masyarakat ke dokter bukan untuk berobat tetapi kontrol kesakitan. Karena belanja obat itu mahal dan mengakibatkan pengeluarannya menjadi banyak," tegasnya.

Baca berita:
Kemenkes: Insentif dokter belum ada titik terang
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved