Peluncuran buku di saat bencana? Ini alasan SBY
Sabtu, 18 Januari 2014 - 12:32 WIB
Peluncuran buku di saat bencana? Ini alasan SBY
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku mendapatkan kritik atas peluncuran bukunya yang berjudul "Selalu ada pilihan". SBY dikritik karena meluncurkan buku di saat berbagai bencana sedang terjadi di Nusantara.
SBY mengaku, kritik tersebut berasal dari kawan Ibu Negara Ani Yudhoyono, kemarin pagi.
"Tadi pagi (kemarin) istri saya, Ibu Ani, menerima SMS dari seorang teman. Intinya mengucapkan selamat atas peluncuran buku malam ini. Meskipun ada kata-kata timing-nya masih ada banjir di sana-sini," ujar Presiden SBY saat memberikan sambutan di acara peluncuran bukunya yang berjudul "Selalu ada pilihan", di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Jumat 17 Januari 2014 tadi malam.
SBY mengaku menjawab SMS yang dikirim teman istrinya itu. "Saya jawab dengan baik pesan SMS itu, dan ini kesempatan yang baik pula untuk menyampaikan kepada hadirin sekalian serta saudara kami rakyat Indonesia yang mungkin mendengarkan sambutan saya ini," kata dia.
SBY memiliki alasan tersendiri memilih waktu peluncuran bukunya pada saat ini. Menurutnya, buku tersebut dirancang untuk diluncurkan pada bulan Desember 2013 yang lalu. "Tetapi sengaja saya meminta untuk ditunda. Karena pekerjaan rumah akhir tahun banyak," ucapnya.
Sebab, pemerintah harus mengelola perekonomian nasional yang mendapatkan tekanan atas gejolak baru, baik itu yang bersifat eksternal maupun internal. Selain itu, Pemerintah harus merampungkan kesiapan BPJS Kesehatan yang mesti diimplementasikan mulai 1 Januari 2014 yang lalu.
"Staf kami berkomunikasi dengan pimpinan Jakarta Convention Center, kalau mundur dapatnya hari apa, satu hari yang tersedia bulan Januari ini, yaitu hari ini, tanggal 17 Januari. Oleh karena itu, ya kebetulan masih ada banjir, tapi tadi siang saya berkomunikasi dengan Gubernur Jakarta Pak Jokowi, saya lanjutkan berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara Pak Gatot dan Gubernur Sulawesi Utara bapak Sarundayang," ungkapnya.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Jokowi, lanjut SBY, banjir di ibu kota sudah mulai surut dan pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Sementara di Sumatera Utara dan Sinabung, masih dalam penanganan bencana. "Insya Allah awal minggu depan saya akan berkunjung kembali ke Sinabung, Kabanjahe," tutur dia.
"Sedangkan di Sulawesi Utara juga sudah mulai susut, namun masih ada sejumlah rumah yang terendam dan tengah diatasi. Kemarin siang saya juga menggelar sidang kabinet untuk memastikan semua penanggulangan bencana berlangsung baik," kata dia.
Baca:
SBY akui sempat stres bikin buku terbarunya
SBY mengaku, kritik tersebut berasal dari kawan Ibu Negara Ani Yudhoyono, kemarin pagi.
"Tadi pagi (kemarin) istri saya, Ibu Ani, menerima SMS dari seorang teman. Intinya mengucapkan selamat atas peluncuran buku malam ini. Meskipun ada kata-kata timing-nya masih ada banjir di sana-sini," ujar Presiden SBY saat memberikan sambutan di acara peluncuran bukunya yang berjudul "Selalu ada pilihan", di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Jumat 17 Januari 2014 tadi malam.
SBY mengaku menjawab SMS yang dikirim teman istrinya itu. "Saya jawab dengan baik pesan SMS itu, dan ini kesempatan yang baik pula untuk menyampaikan kepada hadirin sekalian serta saudara kami rakyat Indonesia yang mungkin mendengarkan sambutan saya ini," kata dia.
SBY memiliki alasan tersendiri memilih waktu peluncuran bukunya pada saat ini. Menurutnya, buku tersebut dirancang untuk diluncurkan pada bulan Desember 2013 yang lalu. "Tetapi sengaja saya meminta untuk ditunda. Karena pekerjaan rumah akhir tahun banyak," ucapnya.
Sebab, pemerintah harus mengelola perekonomian nasional yang mendapatkan tekanan atas gejolak baru, baik itu yang bersifat eksternal maupun internal. Selain itu, Pemerintah harus merampungkan kesiapan BPJS Kesehatan yang mesti diimplementasikan mulai 1 Januari 2014 yang lalu.
"Staf kami berkomunikasi dengan pimpinan Jakarta Convention Center, kalau mundur dapatnya hari apa, satu hari yang tersedia bulan Januari ini, yaitu hari ini, tanggal 17 Januari. Oleh karena itu, ya kebetulan masih ada banjir, tapi tadi siang saya berkomunikasi dengan Gubernur Jakarta Pak Jokowi, saya lanjutkan berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara Pak Gatot dan Gubernur Sulawesi Utara bapak Sarundayang," ungkapnya.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Jokowi, lanjut SBY, banjir di ibu kota sudah mulai surut dan pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Sementara di Sumatera Utara dan Sinabung, masih dalam penanganan bencana. "Insya Allah awal minggu depan saya akan berkunjung kembali ke Sinabung, Kabanjahe," tutur dia.
"Sedangkan di Sulawesi Utara juga sudah mulai susut, namun masih ada sejumlah rumah yang terendam dan tengah diatasi. Kemarin siang saya juga menggelar sidang kabinet untuk memastikan semua penanggulangan bencana berlangsung baik," kata dia.
Baca:
SBY akui sempat stres bikin buku terbarunya
(hyk)