Jika dipecat tak sesuai aturan, Pasek akan lawan
Jum'at, 17 Januari 2014 - 15:43 WIB
Jika dipecat tak sesuai aturan, Pasek akan lawan
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) I Gede Pasek Suardika membenarkan telah menerima surat pemecatan dari Fraksi Partai Demokrat di DPR RI.
Pemecatan tersebut dilakukan Fraksi Demokrat lantaran Pasek diduga telah melanggar pakta integritas yang telah ditandatangani setiap kader Demokrat.
"Bagi saya ikhlas saja, selama sesuai dengan aturan," tegas Pasek di Markas PPI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (17/1/2014).
Pasek menambahkan, sebelum dipecat, pihaknya akan mempelajari surat pemecatan yang diberikan oleh Fraksi Demokrat dan akan memberikan jawaban atas surat tersebut pada Senin atau Selasa depan. "Itu saja, kalau tidak sesuai dengan aturan, tugas kita adalah melawan," pungkas Pasek.
Sebelumnya, Pasek mengatakan, dirinya paham dengan isi pakta integritas yang ditandatangani setiap kader Demokrat, dirancang agar kader mereka tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). "Pakta integritas mana yang saya langgar," ucapnya.
"Itu tiga desain besar, nah kalau kasus korupsi, saya tidak terlibat, kalau kolusi, tugas yang saya kerjakan yang biasa-biasa saja. Kalau nepotisme, gara-gara istri saya (caleg) DPR, saya ke DPD. Perasaan saya, antara korupsi, kolusi nepotisme, saya tidak ada di situ," imbuhnya.
Seperti diketahui, kabar dipecatnya Gede Pasek dari anggota DPR mulai tercium media sejak Kamis 16 Januari 2014, malam. Saat hal ini dikonfirmasi kepada aktivis Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Tridianto, membenarkan kabar tersebut.
"Iya benar, Mas Pasek sudah dipecat dari DPR, dia (Pasek) sudah membenarkan (kabar tersebut)," kata Tridianto saat dikonfirmasi Sindonews, Kamis 16 Januari.
Demokrat akui Gede Pasek dipecat dari DPR
Demokrat pecat loyalis Anas dari DPR?
Waketum Demokrat belum tahu kabar pemecatan Pasek
Pemecatan tersebut dilakukan Fraksi Demokrat lantaran Pasek diduga telah melanggar pakta integritas yang telah ditandatangani setiap kader Demokrat.
"Bagi saya ikhlas saja, selama sesuai dengan aturan," tegas Pasek di Markas PPI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (17/1/2014).
Pasek menambahkan, sebelum dipecat, pihaknya akan mempelajari surat pemecatan yang diberikan oleh Fraksi Demokrat dan akan memberikan jawaban atas surat tersebut pada Senin atau Selasa depan. "Itu saja, kalau tidak sesuai dengan aturan, tugas kita adalah melawan," pungkas Pasek.
Sebelumnya, Pasek mengatakan, dirinya paham dengan isi pakta integritas yang ditandatangani setiap kader Demokrat, dirancang agar kader mereka tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). "Pakta integritas mana yang saya langgar," ucapnya.
"Itu tiga desain besar, nah kalau kasus korupsi, saya tidak terlibat, kalau kolusi, tugas yang saya kerjakan yang biasa-biasa saja. Kalau nepotisme, gara-gara istri saya (caleg) DPR, saya ke DPD. Perasaan saya, antara korupsi, kolusi nepotisme, saya tidak ada di situ," imbuhnya.
Seperti diketahui, kabar dipecatnya Gede Pasek dari anggota DPR mulai tercium media sejak Kamis 16 Januari 2014, malam. Saat hal ini dikonfirmasi kepada aktivis Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Tridianto, membenarkan kabar tersebut.
"Iya benar, Mas Pasek sudah dipecat dari DPR, dia (Pasek) sudah membenarkan (kabar tersebut)," kata Tridianto saat dikonfirmasi Sindonews, Kamis 16 Januari.
Demokrat akui Gede Pasek dipecat dari DPR
Demokrat pecat loyalis Anas dari DPR?
Waketum Demokrat belum tahu kabar pemecatan Pasek
(maf)