Geledah ruangan, KPK diminta tak berhenti di Sutan & Tri
Kamis, 16 Januari 2014 - 14:43 WIB
Geledah ruangan, KPK diminta tak berhenti di Sutan & Tri
A
A
A
Sindonews.com - Juru Bicara (Jubir) DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul, mendukung penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap ruang kerja Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana dan anggota Komisi VII, Tri Yulianto.
“Saya mendukung kinerja KPK yang menindaklanjuti BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Rudi Rubiandini," kata Ruhut, di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2014).
"Namun saya lebih mendukung kalau KPK tidak berhenti sampai di sini. Sebab, pastinya informasi dan bukti tersebar di banyak anggota Komisi VII lainnya yang tentu saja, ada beragam fraksi di sana,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ruhut mengatakan, KPK harus menunjukkan netralitasnya dalam mengusut kasus yang telah menyeret mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini itu.
“Bukan menuduh, secara logika kata Komisi VII yang disebutkan adalah, sebuah komisi di DPR yang berisi dari banyak fraksi, bukan cuma Demokrat saja. Di situlah independensi KPK dan tidak tebang-pilihnya akan kelihatan,” ucapnya.
Politikus Demokrat pasrah ruangannya digeledah KPK
“Saya mendukung kinerja KPK yang menindaklanjuti BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Rudi Rubiandini," kata Ruhut, di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2014).
"Namun saya lebih mendukung kalau KPK tidak berhenti sampai di sini. Sebab, pastinya informasi dan bukti tersebar di banyak anggota Komisi VII lainnya yang tentu saja, ada beragam fraksi di sana,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ruhut mengatakan, KPK harus menunjukkan netralitasnya dalam mengusut kasus yang telah menyeret mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini itu.
“Bukan menuduh, secara logika kata Komisi VII yang disebutkan adalah, sebuah komisi di DPR yang berisi dari banyak fraksi, bukan cuma Demokrat saja. Di situlah independensi KPK dan tidak tebang-pilihnya akan kelihatan,” ucapnya.
Politikus Demokrat pasrah ruangannya digeledah KPK
(maf)