Pernyataan Gita soal demokrasi & tudingan neolib

Selasa, 07 Januari 2014 - 18:25 WIB
Pernyataan Gita soal...
Pernyataan Gita soal demokrasi & tudingan neolib
A A A
Sindonews.com - Tidak boleh ada seorang pun yang terpinggirkan dan tertinggal dalam negara demokrasi, itulah prinsip dasar dalam berdemokrasi.

Hal tersebut dikemukakan Calon Presiden (Capres) Konvensi Partai Demokrat, Gita Wirjawan, dalam sesi penyampaian visi Capres Konvensi Partai Demokrat.

"Demokrasi merupakan azas yang diyakininya akan mengantarkan Indonesia pada kegemilangan dan kesejahteraan," kata Gita di Sekretariat Konvensi Demokrat, Jalan Patiunus Nomor 75, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2013).

Menurut Gita, demokrasi merupakan asas yang diyakininya akan mengantarkan Indonesia pada kegemilangan dan kesejahteraan. Rakyat jadinya diberi peran besar dan pemerintah harus memastikan semua orang mendapat hak yang sama.

"Keterjangkauan daya beli dan pemerataan keadilan adalah esensi ekonomi kerakyatan yang dipahaminya. Prestasi Indonesia sebagai negara demokratis dengan penduduk muslim terbesar di dunia harus diiringi oleh pelembagaan nilai demokrasi dengan mengutamakan kepentingan rakyat," ucapnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) ini mengungkapkan, siapa pun pemimpin yang terpilih nanti, rakyat harus yang terdepan diminta urun rembuk, utamanya guna profesionalisasi dan transparansi pejabat negara.

Menurutnya, tanpa peran rakyat, Indonesia tidak mungkin bisa melanjutkan eksistensi demokrasi. "Saya sangat menghargai setiap butir keringat yang didedikasikan untuk kesejahteraan. Jadi, semua orang di Republik ini harus urun rembuk, bukan sekadar urun tangan, karena perlu solusi," paparnya.

Menjawab sorotan bahwa dirinya merupakan penganut ekonomi neoliberal, Gita membeberkan beberapa kebijakan Kemendag yang justru berpihak pada produk lokal.

"Sampai sekarang, saya tidak jelas dengan maksud neolib itu. Namun saya Menteri Perdagangan pertama yang membatasi jumlah retail agar tidak mematikan warung-warung yang jadi urat nadi rakyat. Juga saya wajibkan mereka menjual komoditi lokal hingga 80 persen," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
Respons Kemlu Soal Relokasi...
Respons Kemlu Soal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved