Ahmad Jauhari & Wamenag didakwa sekongkol korupsi Alquran

Senin, 06 Januari 2014 - 17:20 WIB
Ahmad Jauhari & Wamenag...
Ahmad Jauhari & Wamenag didakwa sekongkol korupsi Alquran
A A A
Sindonews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Ahmad Jauhari, mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (UAIS) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam Kemenag) melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama mantan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar dalam pengadaan kitab suci Alquran 2011-2012.

JPU yang terdiri dari KMS A Roni (ketua), Titik Utami, Rusdi Amin, dan Antonius Budi Satria mendakwa Ahmad Jauhari memperkaya diri sendiri, orang lain, dan perusahaan.

Anggota JPU Antonius Budi Satria membeberkan, perbuatan pidana terdakwa dilakukan bersama-sama dengan Abdul Karim, Mashuri, dan Nasaruddin Umar (kini Wakil Menteri Agama), serta bersama-sama juga dengan mantan anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabar, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Ali Djufrie dan Abdul Kadir Alaydrus.

Bahkan, turut serta melakukan beberapa perbuatan meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran yang ada hubungannya sedemikian rupa.

"Sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, secara melawan hukum dalam pengadaan penggandaan kitab suci Alquran pada Ditjen Bimas Islam Kemenag yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2011 dan 2012," ujar Jaksa Antonius di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (6/1/14).

Dia melanjutkan, terdakwa Ahmad Jauhari telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp100 juta dan USD15.000. Memperkaya orang lain dan perusahaan yakni, Mashuri sebesar Rp50 juta, PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara (PJAN) milik keluarga Zulkarnaen Djaba dan Dendy Praseta Zulkarnaen Putra sejumlah Rp6,75 miliar.

Serta memerkaya, PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (PT A3I) dengan Direktur Utamanya Ali Djufrie untuk pengadaan 2011 sebesar Rp5.832.571.540, dan memperkaya PT Sinergi Pustaka Indonesia (SPI) dengan Direktur Utamanya Abdul Kadir Alaydrus untuk pengerjaan 2012 sejumlah Rp21.233.159.595.

"Sehingga perbuatan terdakwa Ahmad Jauhari dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sejumlah Rp27.056.731.135 atau setidak-tidaknya sekira jumlah tersebut seperti perhitungan BPK," tandasnya.

Baca berita:
Ahmad Jauhari akui ditanya soal pengadaan Alquran
(kri)
Berita Terkait
PT Semen Tonasa Bantu...
PT Semen Tonasa Bantu Pengadaan Alquran Braille untuk Tunanetra
KPK Koordinasi Penanganan...
KPK Koordinasi Penanganan Korupsi Benih Bawang Merah di NTT
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi MAN Model 1 Manado Segera Disidangkan
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Jhon Irfan Kenway
Rugikan Negara Rp30,2...
Rugikan Negara Rp30,2 Miliar, KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Lahan PTPN XI
Mantan Kepala BIG Tersangka...
Mantan Kepala BIG Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved