2 elitenya diperiksa KPK, Golkar tetap santai
Kamis, 02 Januari 2014 - 13:14 WIB
2 elitenya diperiksa KPK, Golkar tetap santai
A
A
A
Sindonews.com - Dua elite Partai Golkar diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Sekretaris Jenderal Idrus Marham dan Bendahara Umum Partai Golkar Setyanovanto.
Namun, atas pemeriksaan ini, partai yang dipimpin Aburizal Bakrie itu tetap santai dan tak khawatir akan berdampak terhadap elektabilitas partai tersebut.
Sebaliknya, Partai Golkar berharap diperiksanya dua elite partai berlambang pohon beringin itu bisa menuntaskan kasus suap Pemilukada Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Ini risiko politik, karena pada dasarnya DPP itu menghargai langkah-langkah yang ditempuh KPK dalam mengungkap satu kasus," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP)Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/1/2014).
Pada kesempatan itu, Hajriyanto juga mengungkapkan dirinya sempat komunikasi dengan Idrus Marham sebelum yang bersangkutan memenuhi panggilan KPK. "Jadi sehari sebelum dipanggil saya sudah bicara dengan dia, dan akan menjelaskan semua pertanyaan yang diperlukan KPK," ungkapnya.
Berita sebelum ditahan, Atut temui Idrus Marham.
Berita Idrus Marham penuhi panggilan KPK.
Berita Setyanovanto berada di Amerika.
Namun, atas pemeriksaan ini, partai yang dipimpin Aburizal Bakrie itu tetap santai dan tak khawatir akan berdampak terhadap elektabilitas partai tersebut.
Sebaliknya, Partai Golkar berharap diperiksanya dua elite partai berlambang pohon beringin itu bisa menuntaskan kasus suap Pemilukada Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Ini risiko politik, karena pada dasarnya DPP itu menghargai langkah-langkah yang ditempuh KPK dalam mengungkap satu kasus," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP)Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/1/2014).
Pada kesempatan itu, Hajriyanto juga mengungkapkan dirinya sempat komunikasi dengan Idrus Marham sebelum yang bersangkutan memenuhi panggilan KPK. "Jadi sehari sebelum dipanggil saya sudah bicara dengan dia, dan akan menjelaskan semua pertanyaan yang diperlukan KPK," ungkapnya.
Berita sebelum ditahan, Atut temui Idrus Marham.
Berita Idrus Marham penuhi panggilan KPK.
Berita Setyanovanto berada di Amerika.
(kur)