2013, banyak kapal tenggelam

Selasa, 31 Desember 2013 - 14:47 WIB
2013, banyak kapal tenggelam
2013, banyak kapal tenggelam
A A A
Sindonews.com - Musibah kapal tenggelam paling mendominasi angka gangguan keselamatan maritim di Indonesia. Sedangkan, penggunaan bom dalam penangkapan ikan mendominasi untuk gangguan keamanan laut selama tahun 2013.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) selama 2013 (per November) terdapat 450 kasus gangguan keselamatan. Kasus terbanyak adalah kapal tenggelam sejumlah 141 kasus, terbakar (47), terdampar (38), dan tabrakan (32).

Sedangkan untuk kasus gangguan keamanan, terdapat 232 kejadian dengan kasus tertinggi adalah penggunaan bom ikan (41), penyelundupan manusia (35), dan pelanggaran izin (33).

Adapun untuk nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan melalui Operasi Gurita Bakorkamla, Operasi Mandiri dan Bilateral, dan Operasi Bersama mencapai Rp160,6 miliar. Angka ini turun dari tahun sebelumnya yang mencapai total Rp321,6 miliar dari Operasi Gurita dan Operasi Bersama.

Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto mengungkapkan, penurunan terjadi karena dalam operasi yang dikembangkan tidak saja penindakan di laut, tapi juga pencegahan sebelum kapal berlayar.

"Tren pelanggaran semakin berkurang. Berdasarkan laporan, illegal fishing sudah berkurang. Tiga bulan terakhir pada persoalan pelanggaran administrasi saja itu tren di dalam, kalau illegal fishing dari luar relatif lebih kurang," ungkapnya di Jakarta, Senin (30/12/2013).

Bambang menyebut, untuk 2014 pihaknya menargetkan keamanan laut semakin terjamin. "Kita menyinergi dari sistem operasional. Daerah-daerah rawan masih tetap menjadi atensi kita. Kan wilayahnya klasik, seperti Selat Malaka. Artinya perkembangan tahun 2013 hingga tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Bakorkamla Dicky R Munaf menambahkan, sesuai Perpes Nomor 3/2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah, jumlah pelanggaran di laut memang ditargetkan harus turun 80 persen.

"Di satu sisi ada peningkatan ketertiban 70 persen," urai dia.

Menurutnya, upaya mencapai peningkatan ketertiban 70 persen tersebut tidak sekadar penindakan di laut, tapi juga pembinaan. "Jadi sampai 2014 target kita menuntaskan amanat Perpres itu," terangnya.
(lns)
Berita Terkait
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Pencarian Korban Kapal...
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Pontianak
KM Ladang Pertiwi yang...
KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Rupanya Berpenumpang 50 Orang
Tim DVI Polda Sulsel...
Tim DVI Polda Sulsel Identifikasi 1 Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi
Bagaimana Menyelamatkan...
Bagaimana Menyelamatkan Kapal Selam Titan Jika Ditemukan? Begini Opsi yang Dilakukan
Tangis Pecah di Buton...
Tangis Pecah di Buton Tengah, 15 Korban Kapal Tenggelam Dimakamkan dalam 1 Liang
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved