Mahfud tuding SBY & Yusril berspekulasi pemilu gagal

Minggu, 29 Desember 2013 - 19:23 WIB
Mahfud tuding SBY &...
Mahfud tuding SBY & Yusril berspekulasi pemilu gagal
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Mahfud MD menuding isu pemilu gagal tak beralasan. Bahkan Mahfud menganggap Pemilu 2014 mendatang lebih kondusif ketimbang Pemilu 2009.

Hal itu ditanggapi Mahfud, atas spekulasi yang dihembuskan Ketua Dewan Syuro PArtai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, yang menginginkan lembaga Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) agar ditempatkan kembali sebagai lembaga tertinggi negara.

Menurut Mahfud, usulan tersebut hanyalah spekulasi sebagian pihak karena persiapan pemilu yang mereka alami kurang maksimal.

"Seperti misalnya dari pertemuan Yusril dengan presiden kemudian timbul spekulasi jangan-jangan pemilu gagal sehingga MPR perlu diangkat lagi menjadi lembaga tertinggi dan macam-macam," ujar Mahfud di NAM Center Hotel, Kemayoran, Jakarta, Minggu (29/12/2013).

Namun demikian, Mahfud sepakat jika MPR dijadikan lembaga tertinggi negara. Tetapi, dugaan pemilu gagal menurutnya sesuatu yang tak patut diciptakan. Sehingga, perlu ada antisipasi dari pemerintah untuk mengatasi hal itu dengan menempatkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

"Ini kadangkala yang khawatir-khawatir itu pemain politik yang kadangkala persiapannya belum maksimal sehigga lalu isunya pemilu akan gagal," katanya.

Saat pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana beberapa waktu lalu, Yusril mengusulkan kepada SBY agar menempatkan posisi MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Cara tersebut diambil untuk mengantisipasi jika terjadi krisis kontitusional bilamana penyelenggara pemilu (KPU) gagal mengadakan pemilihan umum legislatif anggota DPR, DPD, dan MPR yang baru. Padahal, masa bakti anggota DPR, DPD, dan MPR 2009-2014 segera berakhir. Akibatnya, presiden dan wakil presiden terpilih tidak bisa dilantik.‬

‪"Ini menimbulkan suatu krisis konstitusi karena tidak ada lembaga yang dapat memerpanjang masa jabatan presiden dan tidak ada lembaga yang dapat menunjuk pejabat presiden seperti yang terjadi pada 1967 ketika MPRS menunjuk Pak Harto (Soeharto) sebagai presiden menggantikan Bung Karno pada waktu itu,” kata Yusril (24/12/2013).

Oleh sebab itu, Yusril menyarankan agar MPR difungsikan kembali sebagai lembaga tertinggi negara. Atas masalah ini, Yusril mengaku diminta Presiden untuk memikirkan bagaimana mengatasi kemungkinan krisis konstitusional.

Baca:
Indonesia jadi bangsa gagal bila pemilu bermasalah
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Boyamin Saiman Dukung...
Boyamin Saiman Dukung Kasus Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Diambil Kejagung: Tak Ada Lagi Kesan Saling Buka Borok
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
Infografis
Manchester City Gagal...
Manchester City Gagal Juara Piala FA, Pep di Ujung Tanduk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved