Tentukan masa depan bangsa harus dengan optimisme

Minggu, 29 Desember 2013 - 08:01 WIB
Tentukan masa depan...
Tentukan masa depan bangsa harus dengan optimisme
A A A
Sindonews.com - Praktik mafia hukum dan skandal korupsi kian mendera disaat tahun politik sudah di depan mata. Kondisi ini menuntut organisasi kemasyarakatan seperti Barindo, agar bergerak merajut optimisme bahkan menularkan energi positif, bukan justru terseret pesimisme.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPP Barindo Gita Wirjawan, saat mengukuhkan DPD Barindo Bali, di bawah kepemimpinan I Nyoman Kandia.

"Saya selalu melihat gelas itu setengah terisi, jadi jangan melihat ke belakang dengan kaca mata gelap," kata Gita yang datang didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Barindo Fajar Riza Ul Haq, Delthy Simatupang, Richard Montong, dan Jasra Putra, di Denpansari, Bali, Sabtu 28 Desember 2013.

"Kita harus melihat ke depan agar arah bangsa kita ini bisa lebih baik. Barindo harus berada di depan, menularkan virus-virus optimisme, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, dan kerja keras," imbuhnya.

Menurut pria yang akrab dengan dunia olah raga dan musik ini, aura pesimisme jangan sampai menjangkiti generasi muda. "Saya tidak menyuruh anda mendukung ataupun memilih saya, yang terpenting kita sukseskan hajat demokrasi tahun depan dengan mendorong sebesar-besarnya partisipasi politik pemilih," ujarnya.

"Hitam-putihnya pemerintahan mendatang ditentukan oleh sejauhmana tingkat antusiasme kita. Ini sangat selaras dengan seruan moral Ketua Umum KWI Mgr. Suharyo dan Ketua Umum PGI Pdt. Andreas yang saya temui kemarin," tambah Gita.

Pertemuan Ketua Umum DPP Barindo dan Ketua Umum PGI tersebut digelar Senin 23 Desember 2013, di kantor PGI, Jalan Diponegoro Jakarta. Saat itu, Pdt Andreas menjelaskan, bahwa PGI sudah membuat seruan kepada Umat Gereja untuk tidak golput.

"Kami sangat setuju itu, meskipun golput itu pilihan namun kita harus menggunakan hak pilih. Carilah yang baik diantara calon-calon yang ada dengan segala kekurangannya. Itu sudah kami sosialisasikan di kalangan gereja," kata Pdt Andreas yang didampingi Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom dan beberapa pengurus.

Menimpali kepedulian Gita terhadap pentingnya partisipasi politik yang kritis di tahun politik, Fajar menilai, tahun politik akan menguras sebagian besar sumber daya aktor-aktor strategis.

"Rakyat harus diberikan banyak pilihan dengan mengedepankan semangat regenerasi. Monopoli akses terhadap kepemimpinan politik akan membenamkan generasi muda ke lembah apatisme", pungkas Sekjen DPP Barindo ini.
(maf)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved