Amankan logistik pemilu, KPU gaet TNI & Polri
Selasa, 24 Desember 2013 - 16:13 WIB
Amankan logistik pemilu, KPU gaet TNI & Polri
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mengambil langkah stategis untuk mengantisipasi keamanan distribusi logistik pemilihan umum (pemilu) tahun depan.
Sebab, ancaman teror, sabotase, bahkan cuaca buruk dimungkinkan bisa terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU secara resmi menggandeng TNI dan Polri untuk bertugas mengamankan logistik pemilu, agar sampai secara tepat ke masing-masing wilayah.
"Saat ini sudah ada tanda tangan kerja sama dengan Polri dan TNI masih dalam proses finalisasi. Bagaimana menyediakan cadangan transportasi dalam kondisi alam atau situasi tidak memungkinkan," ungkap Husni usai launching Sistem Informasi Logistik (Silog) di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2013).
Kebutuhan kerja sama itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012, tentang pemilu legislatif DPR, DPD, dan DPRD, serta pemilu presiden. Di mana, KPU dibolehkan kerja sama dengan lembaga manapun dalam mensukseskan tahapan Pemilu 2014.
Ditambahkan Husni, pengadaan distribusi seperti cetak surat suara dan distribusi memang menjadi tugas perusahaan (konsorsium) pemenang tender. Akan tetapi, pada proses penyebarannya, unsur keamanan menjadi tanggung jawab aparat keamanan seperti TNI dan Polri.
Lebih jauh, kata Husni, kewilayahan TNI dan Polri untuk memastikan proses distribusi logistik pemilu tetap aman sampai ke tingkat kabupaten atau kota, bahkan hingga ke lokasi TPS. Husni berharap TNI dan Polri bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah serta petugas KPU di daerah.
"Kita lakukan menggunangan cadangan transportasi Polri dan TNI yang medannya berat. Cadangan transportasi ini digunakan dengan kendaraan mereka. Itu dilakukan untuk faktor cuaca dan keamanan. Seperti daerah-daerah kepulauan," ujarnya.
Sementara itu, untuk daerah tertentu yang dianggap sebagai medan sulit ditempuh, KPU telah mempertimbangkan untuk menggunakan transportasi khusus. Tetapi, hal itu masih dalam kajian.
Disamping itu, KPU juga belum mempertimbangkan moda transportasi khusus dan canggih yang dimiliki TNI/Polri. Penggunaan transportasi itu bersifat antisipasif yang sudah diperhitungkan oleh TNI dan Polri.
"Kalau memang misalnya nanti ada situasi yang tidak memungkinkan misalnya disebabkan oleh cuaca atau faktor keamanan maka kita persiapkan cadangan transportasi itu," tambahnya.
KPU luncurkan Silog untuk Pemilu 2014
Sebab, ancaman teror, sabotase, bahkan cuaca buruk dimungkinkan bisa terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU secara resmi menggandeng TNI dan Polri untuk bertugas mengamankan logistik pemilu, agar sampai secara tepat ke masing-masing wilayah.
"Saat ini sudah ada tanda tangan kerja sama dengan Polri dan TNI masih dalam proses finalisasi. Bagaimana menyediakan cadangan transportasi dalam kondisi alam atau situasi tidak memungkinkan," ungkap Husni usai launching Sistem Informasi Logistik (Silog) di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2013).
Kebutuhan kerja sama itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012, tentang pemilu legislatif DPR, DPD, dan DPRD, serta pemilu presiden. Di mana, KPU dibolehkan kerja sama dengan lembaga manapun dalam mensukseskan tahapan Pemilu 2014.
Ditambahkan Husni, pengadaan distribusi seperti cetak surat suara dan distribusi memang menjadi tugas perusahaan (konsorsium) pemenang tender. Akan tetapi, pada proses penyebarannya, unsur keamanan menjadi tanggung jawab aparat keamanan seperti TNI dan Polri.
Lebih jauh, kata Husni, kewilayahan TNI dan Polri untuk memastikan proses distribusi logistik pemilu tetap aman sampai ke tingkat kabupaten atau kota, bahkan hingga ke lokasi TPS. Husni berharap TNI dan Polri bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah serta petugas KPU di daerah.
"Kita lakukan menggunangan cadangan transportasi Polri dan TNI yang medannya berat. Cadangan transportasi ini digunakan dengan kendaraan mereka. Itu dilakukan untuk faktor cuaca dan keamanan. Seperti daerah-daerah kepulauan," ujarnya.
Sementara itu, untuk daerah tertentu yang dianggap sebagai medan sulit ditempuh, KPU telah mempertimbangkan untuk menggunakan transportasi khusus. Tetapi, hal itu masih dalam kajian.
Disamping itu, KPU juga belum mempertimbangkan moda transportasi khusus dan canggih yang dimiliki TNI/Polri. Penggunaan transportasi itu bersifat antisipasif yang sudah diperhitungkan oleh TNI dan Polri.
"Kalau memang misalnya nanti ada situasi yang tidak memungkinkan misalnya disebabkan oleh cuaca atau faktor keamanan maka kita persiapkan cadangan transportasi itu," tambahnya.
KPU luncurkan Silog untuk Pemilu 2014
(maf)