Wajah toleransi di AS, Muslim rayakan Natal

Selasa, 24 Desember 2013 - 13:20 WIB
Wajah toleransi di AS,...
Wajah toleransi di AS, Muslim rayakan Natal
A A A
Sindonews.com - Satu atau dua generasi yang lalu, ketika Muslim di Amerika Serikat berstatus sebagai imigran baru dan sekaligus sebagai minoritas, perayaan Natal begitu asing, bahkan tabu.

Tapi, beda dengan kondisi saat ini. Sejumlah keluarga Muslim di sana menghiasi rumah mereka dengan pohon Natal dan berbagi suka cita dengan kaum Nasrani. Bagi umat Muslim di AS, merayakan Natal bukan mengikuti acara teologisnya, tapi berbaur dengan kegiatan sosial semata.

”Saya mengajar tiga anak-anak saya, untuk mendatangi sekolah umum yang kebetulan merayakan Natal. Kami berbaur, antara Kristen dan Muslim. Kami benar-benar berbaur, karena kita adalah Muslim,” kata Hannah Hawak, asal Houston, via e-mail, kemarin, seperti dikutip USA Today.

Bagi Hannah, Muslim juga mengimani Yesus yang tertuang dalam Quran sebagai Nabi Isa. Sebelum ikut merayakan Natal, Hannah mempelajari sejarah-sejarah dan teori tentang Kristen di dalam Quran.

Hannah juga mengundang para teman, tetangga, dan para guru untuk makam malam. Dia juga menyebarkan kartu “Merry Christmas", serta mengucapkan selamat Natal melalui telepon.

Imam Muzammil Siddiqi, mantan Presiden Masyarakat Islam Amerika Utara berpendapat, sudah semestinya umat Muslim merayakan Natal sebagai hari libur untuk menghormati tokoh Kristen.”Haruskah kita memberitahu anak-anak kita Bahwa kita adalah Muslim, dan ini bukan liburan kami?,” kata Siddiqi dalam komentar yang diposting di situs OnIslam.net. ”Ini adalah hari libur tetangga Kristen kami dan teman-teman.”

Rizwan Kadir, seorang penasihat keuangan yang aktif dalam Komunistas Muslim di dekat Kota Chicago juga menyerukan umat Muslim Amerika menunjukkan toleransi dengan berbaur dengan tetangga Kristen. ”Muslim harus bergabung dengan tetangga Kristen mereka untuk merayakan Natal,” kata Rizwan Kadir.

“Kami mengimani Isa juga. Itu nama Arab untuk Yesus,” lanjut Rizwan. Masalah, percaya atau tidak Yesus disalibkan, katanya, umat Muslim percaya Yesus adalah nabi pendahulu Nabi Muhammad.

Kendati demikian, pemikiran tabu merayakan Natal bagi umat Muslim di AS masih tetap ada. Zeyna Ahmed, gadis AS yang lahir dari orangtua asal Mesir pernah diminta ayahnya untuk menahan diri tidak terlibat dalam perayaan Natal. Sebaliknya, ibunya yang justru menyukai berbagai aspek dari perayaan Natal.

Gadis empat tahun itu pun mengkritisi sikap ayahnya itu.”Karena kita Muslim,” ujarnya. ”Karena kami percaya kepada Yesus juga,” kritik Zeyna.

Imam Talal Eid dari Quincy, yang merupakan mantan anggota Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional, berpendapat untuk mengakhiri kontroversi itu. Dia pun mengutip dalil di Quran. “Tuhan menciptakan masyarakat dan suku-suku itu, agar Anda dapat mengenal satu sama lain,” ujarnya, mengutip Quran.

Dia menambahkan, ketika beberapa umat Kristen dan Yahudi di AS ikut berpuasa untuk solidaritas kepada umat Muslim selama Ramadan lalu, sudah saatnya umat Muslim membalasnya. ”Ini bukan aspek teologis,” kata Eid. ”Ini adalah masalah persekutuan dan kegiatan sosial. Tidak ada yang salah dengan bertukar hadiah dan berpartisipasi,” ucapnya.
(kri)
Berita Terkait
Pembaca Berita Ini Buat...
Pembaca Berita Ini Buat Blunder, Tak Sengaja Umumkan Kematian Paus pada Hari Natal
Ucapan Selamat Hari...
Ucapan Selamat Hari Natal 2023 dari Sederet Menteri Ekonomi Jokowi
Perputaran Uang selama...
Perputaran Uang selama Libur Nataru 2022-2023 Diramal Tembus Rp 23,85 Triliun
Jelang Natal, Harga...
Jelang Natal, Harga Minuman Beralkohol Melejit Imbas Inflasi
Sri Mulyani Turut Bergembira,...
Sri Mulyani Turut Bergembira, Suasana Natal Kembali Penuh Warna
Hari Natal, 150.000...
Hari Natal, 150.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved