KPU ingatkan parpol akan bahaya politik uang
Selasa, 24 Desember 2013 - 10:06 WIB
KPU ingatkan parpol akan bahaya politik uang
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat dan penggiat pemilu memprediksi peredaran dan perilaku politik uang bakal mewarnai pemilu tahun depan. Gejala itu kian terlihat saat mendekati waktu pencoblosan.
Untuk mengantisipasi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan partai politik agar memberi kesadaran politik yang sehat, tanpa embel-embel uang. Karena, gejala money politic salah satu sebab yang berpengaruh pada partisipasi masyarakat saat pemilu.
"Salah satu yang diinformasikan adalah bahaya money politic. Ini yang harus disampaikan (partai politik) secara luas kepada masyarakat," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (24/12/2013).
Menurut Ferry, cara mengurangi politik uang adalah dengan memberikan pendidikan dan pemahaman politik yang intens kepada masyarakat. Dengan begitu, lanjutnya, pemilih cenderung menjadi pemilih yang rasional.
Kendati KPU sebagai penyelenggara pemilu, tetapi upaya memberi kesadaran memilih secara cerdas bagian dari tupoksinya. Akan tetapi, lebih dari itu, peran pendidikan dan pemahaman politik kepada masyarakat menjadi tanggung jawab penuh partai politik dan tokoh masyarakat.
"Kita berharap pendidikan politik, pendidikan pemilih, sosialisasi itu mengarah kepada rasionalisasi pemilih, merasionalkan pemilih," ujarnya.
Seperti diketahui, beberapa lembaga survei memprediksi politik uang masih bakal terjadi pada Pemilu 2014 mendatang. Polling Center bahkan memprediksi 'money politic' menjalar di kalangan masyarakat kota, seperti masyarakat Jakarta, yang notabene sebagai kategori pemilih rasional.
Baca berita:
Ironis, 38,8% pemilih DKI anggap politik uang pantas
Untuk mengantisipasi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan partai politik agar memberi kesadaran politik yang sehat, tanpa embel-embel uang. Karena, gejala money politic salah satu sebab yang berpengaruh pada partisipasi masyarakat saat pemilu.
"Salah satu yang diinformasikan adalah bahaya money politic. Ini yang harus disampaikan (partai politik) secara luas kepada masyarakat," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (24/12/2013).
Menurut Ferry, cara mengurangi politik uang adalah dengan memberikan pendidikan dan pemahaman politik yang intens kepada masyarakat. Dengan begitu, lanjutnya, pemilih cenderung menjadi pemilih yang rasional.
Kendati KPU sebagai penyelenggara pemilu, tetapi upaya memberi kesadaran memilih secara cerdas bagian dari tupoksinya. Akan tetapi, lebih dari itu, peran pendidikan dan pemahaman politik kepada masyarakat menjadi tanggung jawab penuh partai politik dan tokoh masyarakat.
"Kita berharap pendidikan politik, pendidikan pemilih, sosialisasi itu mengarah kepada rasionalisasi pemilih, merasionalkan pemilih," ujarnya.
Seperti diketahui, beberapa lembaga survei memprediksi politik uang masih bakal terjadi pada Pemilu 2014 mendatang. Polling Center bahkan memprediksi 'money politic' menjalar di kalangan masyarakat kota, seperti masyarakat Jakarta, yang notabene sebagai kategori pemilih rasional.
Baca berita:
Ironis, 38,8% pemilih DKI anggap politik uang pantas
(kri)