Partisipasi tinggi, politik uang tetap nomor 1 di Jakarta

Kamis, 19 Desember 2013 - 13:07 WIB
Partisipasi tinggi,...
Partisipasi tinggi, politik uang tetap nomor 1 di Jakarta
A A A
Sindonews.com - Lembaga survei Polling Center menemukan partisipasi masyarakat DKI Jakarta pada Pemilu 2014 mendatang cukup tinggi. Bahkan, partisipasi pemilih diperkirakan mencapai 93.2 persen.

Akan tetapi, partisipasi pemilih yang diteliti Polling Center masih didominasi model politik uang. Artinya, masyarakat Jakarta masih menomorsatukan uang sebagai realisasi politik ketimbang kualitas pemilu.

Hal itu diperkuat dari cara politikus di ibukota memainkan strategi politik pendekatan kepada pemilih. Adanya jual-beli suara atau politik uang dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berkompetisi di daerah pemilihan Jakarta.

"Kebutuhan penting akan informasi pemilih tetap ada, dan praktik pembelian suara masih terus mempengaruhi kualitas pemilu," kata Manajer Research Polling Center Heny Susilowati, di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Dalam contohnya, Polling Center menempatkan enam provinsi di Indonesia sebagai studi penelitiannya. Enam provinsi itu antara lain, Aceh, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pendekatan tipe pemilih dari enam provinsi yang menjadi tujuan penelitian Polling Center menggunakan pendekatan pengetahuan, sikap dan praktik pemilih. Selain Jakarta, lima provinsi lainnya memiliki bobot poin partisipasi pemilih mencapai level 93.2 persen.

Selain soal politik uang, temuan Polling Center memperhatikan kecenderungan masyarakat yang kurang mendapat akses informasi mengenai pemilu, baik yang dimediasi oleh penyelenggara pemilu, maupun peserta pemilu.

Fakta tersebut, ditambahkan Heny, seharusnya menjadi kebutuhan bagi penyelenggara dan peserta pemilu untuk merespon antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu.

"Informasi bagi pemilih tetap menjadi kebutuhan yang penting dalam empat bulan terakhir sebelum pemilu legislatif diselenggarakan," ujarnya.

Dalam hal itu, kecenderungan responden calon pemilih disinyalir bakal menerima uang dan hadiah dari partai politik, calon, dan tim sukses, dibandingkan memilih untuk menolak.

Baca berita:
KPU akui pemilih kelas menengah terus menurun
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
BPKH Limited: Bawa Indonesia...
BPKH Limited: Bawa Indonesia ke Tanah Suci lewat Sekotak Nasi
49 menit yang lalu
Prabowo: 1 Mei Jadi...
Prabowo: 1 Mei Jadi Lambang Perjuangan Kaum Buruh Seluruh Dunia
59 menit yang lalu
Profil Laksda TNI Hudiarto...
Profil Laksda TNI Hudiarto Krisno Utomo, Pangkoarmada III Baru Gantikan Laksda Hersan pada Mutasi TNI April 2025
3 jam yang lalu
66 Brigjen TNI Dimutasi...
66 Brigjen TNI Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto di Akhir April 2025, Ini Daftar Namanya
5 jam yang lalu
Tuntutan Forum Purnawirawan...
Tuntutan Forum Purnawirawan TNI, Menhan: Kita Hormati yang Jadi Pemikiran Sesepuh
5 jam yang lalu
Mutasi TNI Akhir April...
Mutasi TNI Akhir April 2025, 5 Pati TNI AL Digeser Jadi Staf Khusus KSAL
11 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved