Ibunda masuk rumah sakit, Pasek batal ke KPK
Rabu, 11 Desember 2013 - 13:25 WIB
Ibunda masuk rumah sakit, Pasek batal ke KPK
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika tidak dapat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, Pasek harus menemani ibunya yang sedang sakit.
Politikus Partai Demokrat itu mengaku sudah mengirim suat ke KPK yang berisi pemberitahuan alasan dirinya berhalangan hadir.
"Ibu kandung pagi tadi juga jalani operasi medis di Bali, tadi pagi saya ke Bali. Sekarang masih di rumah sakit menunggu ibu," kata Pasek melalui ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (11/12/2013).
Pada kesempatan itu, Pasek berjanji akan bersifat kooperatif terhadap KPK dalam melakukan proses penegakan hukum. Maka itu, dia berjanji akan memenuhi panggilan KPK jika dijadwal ulang.
"Kalau memang sangat penting sekali kesaksian dari saya, saya sudah sampaikan silakan dijadwalkan ulang saja," tukasnya.
Berdasarkan jadwal di KPK, hari ini harusnya ada pemeriksaan terhadap I Gede Pasek Suardika. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus proyek di Bukit Hambalang milik Kementerian Pemuda dan Olehraga (Kemenpora).
Berita Demokrat tak soal politikusnya diborong kasus Hambalang.
Politikus Partai Demokrat itu mengaku sudah mengirim suat ke KPK yang berisi pemberitahuan alasan dirinya berhalangan hadir.
"Ibu kandung pagi tadi juga jalani operasi medis di Bali, tadi pagi saya ke Bali. Sekarang masih di rumah sakit menunggu ibu," kata Pasek melalui ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (11/12/2013).
Pada kesempatan itu, Pasek berjanji akan bersifat kooperatif terhadap KPK dalam melakukan proses penegakan hukum. Maka itu, dia berjanji akan memenuhi panggilan KPK jika dijadwal ulang.
"Kalau memang sangat penting sekali kesaksian dari saya, saya sudah sampaikan silakan dijadwalkan ulang saja," tukasnya.
Berdasarkan jadwal di KPK, hari ini harusnya ada pemeriksaan terhadap I Gede Pasek Suardika. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus proyek di Bukit Hambalang milik Kementerian Pemuda dan Olehraga (Kemenpora).
Berita Demokrat tak soal politikusnya diborong kasus Hambalang.
(kur)