KPU buka ruang terima usulan Hanura soal DPT
Senin, 09 Desember 2013 - 16:13 WIB
KPU buka ruang terima usulan Hanura soal DPT
A
A
A
Sindonews.com - Pada saat rapat pleno terbuka dan rekapitulasi secara nasional Daftar Pemilih Tetap (DPT), 4 November lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) persilakan partai politik (parpol) untuk memberi masukan terkait perbaikan 3,3 juta DPT bermasalah.
Salah satunya dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Saat itu, Hanura mengusulkan agar dibentuk forum terpisah di luar rapat pleno DPT. Hanura mengusulkan, agar dibuat workshop sebagai uji sistem dan uji lapangan.
Menurut Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, KPU telah merencanakan untuk membuat forum terpisah membahas masalah DPT bersama parpol. Ia mengaku sedang mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan itu.
"Iya nanti ada forum dengan partai yang membahas soal teknis itu (perbaikan DPT)," tegas Sigit, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2013).
Saat dikonfirmasi apakah forum yang bakal dibentuk menuruti usulan Partai Hanura? Sigit mengatakan, hal tersebut hanyalah teknis. Terpenting menurut dia, forum tersebut sengaja dibuat untuk membahas secara detail perbaikan DPT yang masih kurang. "Iya itu kan soal penggunaan nama. Tapi intinya ada forum untuk membahas itu," tegasnya.
Senada dengan Sigit, sebelumnya, Ketua KPU Husni Kamil Manik, saat rapat pleno pun merespons baik usulan partai Hanura yang meminta dibentuk workshop. Usulan tersebut masuk dalam rencana pembahasan antara KPU dan partai politik untuk memperbaiki DPT bermasalah.
Diinformasikan ulang, pada rapat pleno dan rekapitulasi DPT pekan lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan kepada KPU, untuk memperbaiki 3.327.302 pemilih. Selain itu KPU bersama Kemendagri juga harus membubuhkan sebanyak 54.692 pemilih invalid atau pemilih tanpa NIK.
Diluar itu, KPU memastikan jumlah DPT berkurang dari sebelumnya yang berjumlah 186.612.255 turun menjadi 186.172.508 pemilih. Pengurangan jumlah DPT lantaran pemilih antara lain, telah meninggal, masuk TNI/Polri, pindah domisili, serta masih di bawah 17 tahun.
Hasil Pleno DPT, KPU "manut" rekomendasi Bawaslu
KPU klaim DPT Indonesia terbaik di dunia
Masalah DPT, Wiranto minta jangan ada klaim sepihak
Salah satunya dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Saat itu, Hanura mengusulkan agar dibentuk forum terpisah di luar rapat pleno DPT. Hanura mengusulkan, agar dibuat workshop sebagai uji sistem dan uji lapangan.
Menurut Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, KPU telah merencanakan untuk membuat forum terpisah membahas masalah DPT bersama parpol. Ia mengaku sedang mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan itu.
"Iya nanti ada forum dengan partai yang membahas soal teknis itu (perbaikan DPT)," tegas Sigit, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2013).
Saat dikonfirmasi apakah forum yang bakal dibentuk menuruti usulan Partai Hanura? Sigit mengatakan, hal tersebut hanyalah teknis. Terpenting menurut dia, forum tersebut sengaja dibuat untuk membahas secara detail perbaikan DPT yang masih kurang. "Iya itu kan soal penggunaan nama. Tapi intinya ada forum untuk membahas itu," tegasnya.
Senada dengan Sigit, sebelumnya, Ketua KPU Husni Kamil Manik, saat rapat pleno pun merespons baik usulan partai Hanura yang meminta dibentuk workshop. Usulan tersebut masuk dalam rencana pembahasan antara KPU dan partai politik untuk memperbaiki DPT bermasalah.
Diinformasikan ulang, pada rapat pleno dan rekapitulasi DPT pekan lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan kepada KPU, untuk memperbaiki 3.327.302 pemilih. Selain itu KPU bersama Kemendagri juga harus membubuhkan sebanyak 54.692 pemilih invalid atau pemilih tanpa NIK.
Diluar itu, KPU memastikan jumlah DPT berkurang dari sebelumnya yang berjumlah 186.612.255 turun menjadi 186.172.508 pemilih. Pengurangan jumlah DPT lantaran pemilih antara lain, telah meninggal, masuk TNI/Polri, pindah domisili, serta masih di bawah 17 tahun.
Hasil Pleno DPT, KPU "manut" rekomendasi Bawaslu
KPU klaim DPT Indonesia terbaik di dunia
Masalah DPT, Wiranto minta jangan ada klaim sepihak
(maf)