USD200 ribu di kantor ESDM uang Suap
Kamis, 05 Desember 2013 - 18:34 WIB
USD200 ribu di kantor ESDM uang Suap
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menemukan indikasi bahwa uang USD200.000 yang disita dari ruangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ESDM Waryono Karno adalah bagian dari uang suap terkait kasus mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.
Ketua KPK Abraham Samad menyatakan jumlah uang USD200.000 di ruangan Waryono jumlahnya sama dengan uang tunjangan hari raya (THR) Rudi kepada Komisi VII. Dia membenarkan uang di ruangan Waryono ada nomor seri yang beberapa sama dengan uang suap yang diterima Rudi dari Komisaris Kernel Oil Private Limited Simon Gunawan Tanjaya melalui Deviardi alias Ardi. Karena itu KPK menelusuri hubungannya.
"Indikasi itu (USD200.000 di ruangan Waryono bagian dari suap) sudah ada. Tetapi kita kan masih mendalami dari adanya kesamaan nomor seri," ungkap Abraham usai acara Seminar Humas "Tantangan Humas di Tengah Sesaknya Opini Negatif Pemerintah di Media Sosial" yang diselengarakan KPK di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/12/2013).
Dia menuturkan, soal THR Komisi VII yang diterima melalui Tri Yulianto juga ditemukan indikasi kesamaan nomor seri dengan uang yang di ruangan Waryono. Apalagi THR itu bagian dari USD300.000 yang berasal dari keseluruhan USD700.000 yang diterima Rudi. Karenanya kata dia, dugaan keterlibatan anggota DPR baik Komisi VII DPR atau Badan Anggaran (Banggar) DPR tidak bisa lepas begitu saja dari kasus Rudi.
"Yang pasti begini, siapapun nanti anggota DPR yang menerima dan nanti KPK bisa membuktikan, kemungkinan anggota DPR itu jadi tersangka," bebernya.
Karena dapat ditarik garis lurus bahwa uang di Kementerian ESDM, THR Komisi VII, dan suap untuk Rudi punya kesamaan. Tetapi Abraham belum mau berspekulasi soal hubungan uang suap Rudi, THR, dan uang di ruangan Waryono dengan Menteri ESDM Jero Wacik. Karena kata dia, penyidik belum mendapat satu kesimpulan utuh bahwa uang USD200.000 di ruangan Waryono diperuntukan bagi Jero Wacik.
"KPK tidak mengejar pengakuan, tapi keterangan yg lain tidak mendukung ke sana. Artinya apa? Jadi jauh sekali ibaratnya di gunung, ada perdebatan mereka di seberang gunung. Artinya apa? Kita belum mendapatkan alat bukti," tandasnya.
Waryono: USD200 ribu bukan uang operasional ESDM
Ketua KPK Abraham Samad menyatakan jumlah uang USD200.000 di ruangan Waryono jumlahnya sama dengan uang tunjangan hari raya (THR) Rudi kepada Komisi VII. Dia membenarkan uang di ruangan Waryono ada nomor seri yang beberapa sama dengan uang suap yang diterima Rudi dari Komisaris Kernel Oil Private Limited Simon Gunawan Tanjaya melalui Deviardi alias Ardi. Karena itu KPK menelusuri hubungannya.
"Indikasi itu (USD200.000 di ruangan Waryono bagian dari suap) sudah ada. Tetapi kita kan masih mendalami dari adanya kesamaan nomor seri," ungkap Abraham usai acara Seminar Humas "Tantangan Humas di Tengah Sesaknya Opini Negatif Pemerintah di Media Sosial" yang diselengarakan KPK di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/12/2013).
Dia menuturkan, soal THR Komisi VII yang diterima melalui Tri Yulianto juga ditemukan indikasi kesamaan nomor seri dengan uang yang di ruangan Waryono. Apalagi THR itu bagian dari USD300.000 yang berasal dari keseluruhan USD700.000 yang diterima Rudi. Karenanya kata dia, dugaan keterlibatan anggota DPR baik Komisi VII DPR atau Badan Anggaran (Banggar) DPR tidak bisa lepas begitu saja dari kasus Rudi.
"Yang pasti begini, siapapun nanti anggota DPR yang menerima dan nanti KPK bisa membuktikan, kemungkinan anggota DPR itu jadi tersangka," bebernya.
Karena dapat ditarik garis lurus bahwa uang di Kementerian ESDM, THR Komisi VII, dan suap untuk Rudi punya kesamaan. Tetapi Abraham belum mau berspekulasi soal hubungan uang suap Rudi, THR, dan uang di ruangan Waryono dengan Menteri ESDM Jero Wacik. Karena kata dia, penyidik belum mendapat satu kesimpulan utuh bahwa uang USD200.000 di ruangan Waryono diperuntukan bagi Jero Wacik.
"KPK tidak mengejar pengakuan, tapi keterangan yg lain tidak mendukung ke sana. Artinya apa? Jadi jauh sekali ibaratnya di gunung, ada perdebatan mereka di seberang gunung. Artinya apa? Kita belum mendapatkan alat bukti," tandasnya.
Waryono: USD200 ribu bukan uang operasional ESDM
(lal)