Fokus pileg, KPU tak urus iklan politik

Kamis, 05 Desember 2013 - 16:15 WIB
Fokus pileg, KPU tak...
Fokus pileg, KPU tak urus iklan politik
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha terus menjalankan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Selain juga menjalankan tahapan pemilu lainnya, seperti tahapan logistik pemilu.

Untuk itu, KPU tak ingin membebani pekerjaan baru dengan menyikapi keberadaan iklan layanan berbau politik. KPU menegaskan, tak ada iklan kampanye yang dilakukan bakal calon presiden (capres) di media.

KPU mengaku saat ini hanya fokus dan sedang berkonsentrasi untuk tahapan pemilihan legislatif (pileg) yang sudah dalam hitungan lima bulan lagi.

"Siapa yang mencalonkan mereka (capres). Capres mana yang sudah terdaftar di KPU? Siapakah yang menetapkan mereka sebagai calon presiden, apakah KPU menetapkan itu, tidak. Fokus KPU itu di pileg," ujar Komisioner KPU, Ida Budhiati, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2013).

Sehingga, menurut Ida, keberadaan tokoh nasional yang diduga melakukan iklan politik di media dianggap tidak menyalahi aturan. Karena, aturan sesorang dianggap melanggar itu setelah mereka secara resmi terdaftar di KPU sebagai capres.

"Makanya perlu diperjelas definisi nyuri start yang dibilang orang itu apa. Kalau mereka belum terdaftar ya memang enggak ada aturan yang dilanggar," jelasnya.

Akan tetapi, hal tersebut tak berlaku untuk calon anggota legislatif (caleg). Untuk hal itu, KPU memang telah menerapkan aturan soal kampanye. KPU melarang bagi caleg untuk melakukan kampanye terbuka di media. "Kalau itu dilakukan caleg, kita (KPU) akan menyikapi," tegasnya.

Sampai saat ini hanya partai politik yang dibebaskan melakukan kampanye. Karena, setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu, partai politik diberikan kebebasan mensosialisikan program partai kepada masyarakat.

Sementara untuk para caleg, KPU melarang untuk menyebutkan nomor urut serta mengarahkan bentuk ajakan untuk memilih caleg. Apalagi, hal itu dilakukan oleh tokoh nasional yang dianggap sebagai capres wacana partai politik.

Hasil Pleno DPT, KPU "manut" rekomendasi Bawaslu
KPU klaim DPT Indonesia terbaik di dunia

Masalah DPT, Wiranto minta jangan ada klaim sepihak
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved