Jelang Pleno DPT, Gerindra persoalkan 3 juta pemilih ganda
Rabu, 04 Desember 2013 - 15:47 WIB
Jelang Pleno DPT, Gerindra persoalkan 3 juta pemilih ganda
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar rapat pleno dan rekapitulasi nasional untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan.
Namun, Partai Gerindra masih menggugat perihal temuan pemilih ganda sebanyak 3.750.231. Temuan tersebut dalam bentuk pemilih dengan ejaan sama, jenis kelamin dan tanggal lahir yang persis sama.
"Temuan kami ini sudah kami sampaikan kepada KPU pada tanggal 19 November 2013 baik dalam bentuk hasil cetak maupun dalam bentuk data komputer," kata Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman, di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (4/12/2013).
Menurut Habiburokhman, pihaknya kecewa atas laporan yang disampaikan kepada KPU. Sebab, laporan tersebut. Kata dia, respons KPU terhadap laporan Gerindra tak ditindaklanjuti secara serius.
"Nampaknya hanya melakukan penelitian data di atas meja tanpa melakukan pengecekan di atas meja. Padahal data yang kami sampaikan sangat spesifik," ujarnya.
Terkait pemilih ganda, dia mencontohkan terdapat pemilih ganda seperti yang terjadi di kota Bogor, Kabupaten Jember, serta kota Makassar. Di situ, menurutnya terdapat kasus dengan pemilih nama ganda.
Akan tetapi, lanjut dia, dalam kasus itu justru KPU hanya mengkroscek di tingkat pusat. Tapi, tidak mendalami sampai di daerah. "Tapi juga melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan bahwa dua pemilih tersebut benar-benar orang yang berbeda," imbuhnya.
KPU: Hanya PDIP & Gerindra persoalkan DPT
Namun, Partai Gerindra masih menggugat perihal temuan pemilih ganda sebanyak 3.750.231. Temuan tersebut dalam bentuk pemilih dengan ejaan sama, jenis kelamin dan tanggal lahir yang persis sama.
"Temuan kami ini sudah kami sampaikan kepada KPU pada tanggal 19 November 2013 baik dalam bentuk hasil cetak maupun dalam bentuk data komputer," kata Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman, di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (4/12/2013).
Menurut Habiburokhman, pihaknya kecewa atas laporan yang disampaikan kepada KPU. Sebab, laporan tersebut. Kata dia, respons KPU terhadap laporan Gerindra tak ditindaklanjuti secara serius.
"Nampaknya hanya melakukan penelitian data di atas meja tanpa melakukan pengecekan di atas meja. Padahal data yang kami sampaikan sangat spesifik," ujarnya.
Terkait pemilih ganda, dia mencontohkan terdapat pemilih ganda seperti yang terjadi di kota Bogor, Kabupaten Jember, serta kota Makassar. Di situ, menurutnya terdapat kasus dengan pemilih nama ganda.
Akan tetapi, lanjut dia, dalam kasus itu justru KPU hanya mengkroscek di tingkat pusat. Tapi, tidak mendalami sampai di daerah. "Tapi juga melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan bahwa dua pemilih tersebut benar-benar orang yang berbeda," imbuhnya.
KPU: Hanya PDIP & Gerindra persoalkan DPT
(lal)