Tingkatkan peran psikiater untuk gangguan jiwa

Selasa, 03 Desember 2013 - 04:05 WIB
Tingkatkan peran psikiater...
Tingkatkan peran psikiater untuk gangguan jiwa
A A A
Sindonews.com - Penanganan kesehatan jiwa dirasa lebih efektif dilakukan oleh para psikiater dibandingkan pengobatan di rumah sakit (RS). Hal ini terlihat dari data yang diluncurkan Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 oleh Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa penderita gangguan jiwa lebih tinggi di pedesaan.

Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Trihono mengatakan, dari temuan di lapangan terlihat prevalensi penderita gangguan jiwa berat sebanyak 1,7/1000 orang. Saat ini pengobatan yang dilakukan di RS dan Puskesmas harus sama-sama meningkatkan perbaikan layanan dan penyembuhan.

Menurut dia, dalam penanggulangannya diperlukan usaha ekstra untuk dapat menyembuhkan mentalik emosional yang harus cepat disortir agar tidak lanjut ke tahap sakit berikutnya.

“Kita harus menghindari mereka yang mempunyai gangguan jiwa agar tidak gila. Untuk itu perlu intervensi dalam sistem pengobatan,” tandasnya saat dihubungi SINDO, Senin 2 Desember 2013.

Trihono mengatakan, dalam masa penyembuhan penanganan secara rumah sakit saat ini dirasa kurang efektif. Untuk itu, penanganan berbasis masyarakat dengan psikiater dirasa akan lebih maksimal.

Saat ini, pengobatan untuk gangguan jiwa diharapkan tidak tergantung pada RS. Untuk itu, peran psikiater harus lebih ditingkatkan, selain itu peran keluarga dalam melakukan pemasungan dapat lebih terkontrol dibandingkan melepas di RS.

“Kecuali penderita mempunyai gangguan jiwa yang berat, sekalipun dipasung keluargalah yang melakukan pengobatan,” kata dia.

Dalam data Riskesda, lanjut dia, terdapat 14,3 persen penderita gangguan jiwa di Indonesia dengan penderita terbanyak di pedesaan dibandingkan di perkotaan. Sedangkan, prevalensi gangguan mental emosional di atas umur 15 tahun rata-rata 6,0 persen.

“Daerah yang masyarakatnya tinggi menderita gangguan jiwa ialah Sulawesi Tenggara 11,6 persen,” ujarnya. Pergeseran penderita gangguan jiwa saat ini lebih meningkat di pedesaan sebesar 18,2 persen sedangkan di perkotaan hanya 10,7 persen.

Baca berita:
Jumlah orang buta di dunia mencapai 39 juta jiwa
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved