Gerindra minta saksi di Pemilu 2014 dibiayai negara

Jum'at, 29 November 2013 - 17:02 WIB
Gerindra minta saksi...
Gerindra minta saksi di Pemilu 2014 dibiayai negara
A A A
Sindonews.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) setuju dengan pemutusan hubungan kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, untuk menjaga data Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang terbebas dari kecurangan, cukup dengan memperkuat saksi sejak di tempat pemungutan suara (TPS).

"Kita kan ada saksi, sejak pemungutan suara (dijaga) saksi itu," kata Suhardi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2013).

Kata dia, untuk memperkuat pengamanan Pemilu 2014, melalui saksi ini perlu tanggung jawab yang kuat dari pemerintah termasuk masalah biaya yang dikeluarkan.

"Dengan saksi, pemerintah harus bertanggung jawab saksi. Kenapa partai yang harus menanggung saksi. biaya saksi harus dari negara, agar update data sangat baik," tegasnya.

Dia juga mengharapkan, agar saksi untuk pesta demokrasi tahun depan bisa mendapatkan sistem teknologi yang mengakses dari tingkat kecamatan hingga pusat. "Tidak mungkin ada yang dicurangi, sekarang kan ada teknologi, prosedur resminya kan lewat kecamatan, kelurahan," pungkasnya.

Kerja sama KPU-Lemsaneg akhirnya batal
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Mereka Tahu Saya Tidak Bersalah
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved