Peminat sains di Indonesia masih minim

Rabu, 27 November 2013 - 13:51 WIB
Peminat sains di Indonesia...
Peminat sains di Indonesia masih minim
A A A
Sindonews.com - Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso mengatakan, peminat bidang sains di Indonesia saat ini belum tinggi.

Hal itu terlihat dari ketersediaan program studi (prodi) yang ada dengan peminat tidak seimbang. Dari 70 prodi yang ada, hanya diisi sebanyak 14 persen peminat saja.

“Saat ini ada 70 prodi, tapi hanya 14 persen saja peminatnya. Kita berharap dengan olimpiade seperti ini, dapat memicu ketertarikan generasi muda terhadap sains,” kata Djoko saat pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2013, di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (27/11/2013).

Diakui dia, metode pembelajaran yang kurang menarik juga menjadi salah satu penyebab. Metode lama hanya mengajarkan siswa di sekolah tingkat bawah untuk sekadar menghafal. Sehingga perlu pembenahan sistem. “Di kurikulum baru nanti dilakukan pendekatan pemahaman tentang sains,” ucap Djoko.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pertamina (Persero) Evita M Tagor menambahkan, pihaknya sangat memerlukan tenaga peneliti dalam mengembangkan Research and Development (R&D) untuk membawa produk Indonesia ke kancah internasional.

Dikatakan dia, sains terus berkembang dan melakukan inovasi untuk menjadi pemimpin dalam mempromosikan produk Indonesia. “Inovasi kami hanya bisa dikembangkan melalui riset laboratorium. R&D kita terus berkembang dan akan menjadi leader kalau riset kita berkembang,” ucap Evita.

Pada penyelenggaraan OSN-Pertamina 2013 panitia melakukan serangkaian pengembangan dalam kategori lomba. Yaitu, kategori teori dan proyek sains. Bentuk dan aturan kompetisinya juga mengalami perubahan.

Di kategori teori, tetap dilombakan empat bidang yaitu Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Sedangkan untuk kategori proyek sains dilombakan karya cipta dari tiga bidang yaitu bidang Aplikasi Perangkat Lunak (APL), Rancang Bangun (RB) dan Produk Unggulan (PU).

Pada kategori ini, seleksi dilakukan melalui dua babak yaitu penyisihan dan final tingkat nasional. “Penetapan kedua kategori kompetisi dimaksudkan untuk menggali gagasan dan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan dan mencari solusinya. Gagasan itu disampaikan dan divisualisasikan oleh peserta melalui scientific paper dan aplikasi model atau karya cipta,” kata VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir.
(maf)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Gugat Polda Metro Jaya,...
Gugat Polda Metro Jaya, Roy Suryo: Penangkapannya Melanggar HAM seperti Film G30S/PKI
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved