KPU: Parpol jangan cuma bisa mencaci soal DPT
Selasa, 26 November 2013 - 19:01 WIB
KPU: Parpol jangan cuma bisa mencaci soal DPT
A
A
A
Sindonews.com - Komisiner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay, meminta partai politik jangan terus-terusan mencaci-maki KPU yang sedang memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah.
Hadar meminta partai sabar sampai tanggal penentuan rekapitulasi ulang pada 4 Desember mendatang. Sebab, petugas KPU di daerah terus melakukan pembersihan.
"Kita bekerja ini harus ada saling dukung, bukan saling caci," ujar Hadar, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Sementara itu, terkait hasil perbaikan secara manual di daerah, pihaknya mengaku optimis bakal selesai saat direkapitulasi ulang nanti.
Menurutnya, seharusnya partai tak cuma pandai mengkritik, tetapi secepatnya menyerahkan hasil temuannya kepada petugas KPU tingkat kabupaten/kota.
"Biarkan kami bekerja memperbaiki NIK ini. KPU optimis selesai tanggal 4 nanti," tegasnya.
Hadar menambahkan, pihaknya hanya fokus pada 10,4 juta pemilih bermasalah. Sedangkan data yang dimiliki partai politik, selama ini tidak pernah disetorkan kepada KPU pusat atau daerah, maka hal itu sulit untuk ditindaklanjuti.
"Saya yakin di tingkat daerah ada tapi kami belum punya catatan. PDIP dan Gerindra sejak diterima kami sudah mulai lakukan perbaikan," ungkapnya.
Baca berita:
Soal DPT bermasalah, KPU segera beri jawaban
Hadar meminta partai sabar sampai tanggal penentuan rekapitulasi ulang pada 4 Desember mendatang. Sebab, petugas KPU di daerah terus melakukan pembersihan.
"Kita bekerja ini harus ada saling dukung, bukan saling caci," ujar Hadar, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Sementara itu, terkait hasil perbaikan secara manual di daerah, pihaknya mengaku optimis bakal selesai saat direkapitulasi ulang nanti.
Menurutnya, seharusnya partai tak cuma pandai mengkritik, tetapi secepatnya menyerahkan hasil temuannya kepada petugas KPU tingkat kabupaten/kota.
"Biarkan kami bekerja memperbaiki NIK ini. KPU optimis selesai tanggal 4 nanti," tegasnya.
Hadar menambahkan, pihaknya hanya fokus pada 10,4 juta pemilih bermasalah. Sedangkan data yang dimiliki partai politik, selama ini tidak pernah disetorkan kepada KPU pusat atau daerah, maka hal itu sulit untuk ditindaklanjuti.
"Saya yakin di tingkat daerah ada tapi kami belum punya catatan. PDIP dan Gerindra sejak diterima kami sudah mulai lakukan perbaikan," ungkapnya.
Baca berita:
Soal DPT bermasalah, KPU segera beri jawaban
(kri)