Tangible Earth berharga USD 40ribu

Senin, 25 November 2013 - 18:35 WIB
Tangible Earth berharga...
Tangible Earth berharga USD 40ribu
A A A
Sindonews.com - Tangible Earth telah dirancang oleh peneliti asal Jepang sejak tahun 1997. Dan dirilis pertama kali di dunia pada tahun 2002. Saat ini sudah ada 20 unit Tangible Earth di dunia. Sedangkan di Asia Tenggara baru pertama kali di Jepang.

"Sekarang ini versi terbaru Tangible Earth yang sudah disempurnakan darai sebelumnya," kata General Manager Human Resources Division IT Division Sudarmadi Salim di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin (25/11/2013).

Satu unit alat ini berharga USD40 ribu. Pihak AEON sendiri telah memasang satu unit Tangible Earth di AEON Mall Lake Town, Jepang. Di sana alat itu digunakan untuk berbagai kegiatan terkait penanganan masalah lingkungan di dunia.

"Didunia ini baru ada 20 unit Tangible Earth yang telah dipasang di PBB, dan di berbagai kota dunia seperti Dubai, New York, Denmark dan lainnya," ujarnya.

Pencipta Tangible Earth Takemura Shinichi mengatakan, Tangible Earth merupakan sebuah bola dunia yang menampilkan kondisi bumi secara visual yang dioperasikan dengan sentuhan tangan.

Menurut Takemura, bola dunia Tangible Earth ini dapat dioperasikan dengan sentuhan tangan, dan berukuran 1/10 juta dari ukuran aktual bumi (1,28 m).

Alat ini dapat digunakan untuk mengamati kondisi bumi secara real time (dengan internet), melakukan simulasi pemanasan global, dan mengamati dinamika bumi termasuk rute migrasi fauna di dunia seperti paus, burung, dan lainnya.

"Ini juga dapat mendeteksi dinamika bumi dari berbagai sudut pandang dan dapat menerima data baru selain 60 jenis data yang telah terprogram sebelumnya, seperti simulasi pemanasan global, topan, tsunami dan pergerakan burung di dunia," ujarnya.

Tangible Earth juga katanya dapat digunakan untuk mengetahui ke berbagai belahan dunia dan dapat disambungkan dengan mikrofon di lokasi tersebut untuk mendegarkan suara serangga maupun burung yang ada di daerah tersebut.

Ke depannya, Takemura berencana untuk menambahkan tidak hanya fenomena alam melainkan juga fenomena sosial ekonomi seperti persebaran penduduk, kepadatan penduduk, konsumsi energi dan lainnya.

Baca berita:
PBB gunakan Tangible Earth untuk penanggulangan bencana
(kri)
Berita Terkait
Modifikasi Cuaca Berlanjut...
Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 9 September 2023
Prakiraan Cuaca 5 Kota...
Prakiraan Cuaca 5 Kota Besar di Indonesia, Sebagian Cerah Berawan
Cuaca Jabodetabek Diprediksi...
Cuaca Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Puasa Ramadhan Hari...
Puasa Ramadhan Hari Ke-15, Cuaca Jakarta Cenderung Panas Sepanjang Hari
Era Baru Dunia Meteorologi,...
Era Baru Dunia Meteorologi, Pentingnya Kolaboratif terkait Informasi Cuaca
Cuaca DKI Hari Ini,...
Cuaca DKI Hari Ini, Waspadai Hujan Disertai Kilat di Jaksel dan Jaktim
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
4 Waktu Paling Berharga,...
4 Waktu Paling Berharga, yang Menjaganya Hidupnya akan Berkah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved