NU minta penanganan teroris jangan disamakan dengan PKI

Senin, 25 November 2013 - 16:10 WIB
NU minta penanganan...
NU minta penanganan teroris jangan disamakan dengan PKI
A A A
Sindonews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendi Yusuf meminta penanganan penangkapan teroris tidak dilakukan sama seperti saat melakukan pemberangusan terhadap anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965.

Saat itu, cerita Slamet, PBNU sempat mendapat penghargaan sebagai salah satu organisasi yang konsen membantu pemerintah dalam memberantas aktivitas politik PKI. Bahkan simpatisan PKI pun tak luput dari kejaran warga Nadhdliyin ini.

"Maka dari itu, cara menangani terorisme saya minta petugas-petugas kita agar memperbaiki. Jangan pakai cara-cara lama seperti tahun 1965," kata Slamet, saat diskusi "Penanganan Tindakan Pidana Terorisme Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia" di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (25/11/2013).

Diakui dia, saat operasi penangkapan terhadap aktivis-aktivis PKI oleh pemerintah, PBNU juga turut aktif melakukan penangkapan tersebut. Hal itu dilakukan karena menganggap PKI sebagai partai yang dilarang negara.

Belakangan, lanjut dia, penghargaan pahlawan bagi PBNU yang berhasil memberantas PKI itu sekarang mendapat gugatan dari para keluarga korban eks 65 yang dituduh sebagai anggota PKI. "Sekarang kami tidak lagi dibilang pahlawan, karena kami menyembelih, karena banyak kami mengalami gugatan," ujarnya.

Slamet meminta, cara kerja aparat kepolisian maupun Densus 88 tidak meniru kejadian saat menghabisi para aktivis PKI 65. Sebab, hal tersebut dikhawatirkan bakal menyuburkan kebencian untuk generasi berikutnya.

"Apa yang ingin saya katakan, perbaiki sistemnya, jangan ditangkapi sembarangan, kurangi penembakan," jelas Slamet.

Pengikut Muhammadiyah sering dituduh teroris
(lal)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved