DPT ganda, Gerindra resmi ajukan somasi ke KPU
Selasa, 19 November 2013 - 12:49 WIB
DPT ganda, Gerindra resmi ajukan somasi ke KPU
A
A
A
Sindonews.com - Tim Teknologi dan Informasi Badan Pemenangan Pemilu Nasional (Bappnas) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), resmi mengajukan nota protes (Somasi) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah.
Gerindra mengajukan somasi setelah tim di internal partai menemukan DPT bermasalah hasil penelusuran yang langsung dikroscek di lapangan.
Dari temuan Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto ini menemukan sejumlah DPT bermasalah diluar 10,4 juta pemilih yang menjadi rekomendasi pada saat penetapan DPT sebelumnya.
"Perlu kami tegaskan bahwa 3.750.231 DPT bermasalah ini adalah diluar 10,4 juta tanpa NIK yang selama ini kami persoalkan," kata DPP Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman," di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2013).
Menurut Habiburokhman, data yang menjadi rujukan somasi partainya adalah jumlah pemilih bermasalah kategori pemilih ganda. Pihaknya mengklaim telah melakukan penyisiran selama 14 hari setelah DPT ditetapkan.
Dilanjutkan dia, pihaknya telah melakukan penelusuran otomatis menggunakan server partai. Kata dia, partainya menemukan sebanyak 3.750.231 pemilih dengan nama, alamat dan tanggal lahir yang persis sama yang masing-masing memiliki dua, tiga atau bahkan lima Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berbeda.
"Partai Gerindra yang dipimpin Heirma Purnomo berhasil menemukan potensi pemilih ganda di DPT dalam jumlah yang sangat signifikan," ujarnya.
Untuk diketahui, Pasca KPU menetapkan DPT 4 November lalu, sejumlah partai politik mulai melakukan protes dan gugatan hasil DPT. Ada yang melalui jalur Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) seperti rencana Partai Hanura, PPP dan PDIP, serta ada juga yang langsung mensomasi ke KPU seperti Gerindra sekarang ini.
Gerindra mengajukan somasi setelah tim di internal partai menemukan DPT bermasalah hasil penelusuran yang langsung dikroscek di lapangan.
Dari temuan Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto ini menemukan sejumlah DPT bermasalah diluar 10,4 juta pemilih yang menjadi rekomendasi pada saat penetapan DPT sebelumnya.
"Perlu kami tegaskan bahwa 3.750.231 DPT bermasalah ini adalah diluar 10,4 juta tanpa NIK yang selama ini kami persoalkan," kata DPP Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman," di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2013).
Menurut Habiburokhman, data yang menjadi rujukan somasi partainya adalah jumlah pemilih bermasalah kategori pemilih ganda. Pihaknya mengklaim telah melakukan penyisiran selama 14 hari setelah DPT ditetapkan.
Dilanjutkan dia, pihaknya telah melakukan penelusuran otomatis menggunakan server partai. Kata dia, partainya menemukan sebanyak 3.750.231 pemilih dengan nama, alamat dan tanggal lahir yang persis sama yang masing-masing memiliki dua, tiga atau bahkan lima Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berbeda.
"Partai Gerindra yang dipimpin Heirma Purnomo berhasil menemukan potensi pemilih ganda di DPT dalam jumlah yang sangat signifikan," ujarnya.
Untuk diketahui, Pasca KPU menetapkan DPT 4 November lalu, sejumlah partai politik mulai melakukan protes dan gugatan hasil DPT. Ada yang melalui jalur Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) seperti rencana Partai Hanura, PPP dan PDIP, serta ada juga yang langsung mensomasi ke KPU seperti Gerindra sekarang ini.
(maf)