PPI tolak BIN jadi alat politik SBY
Jum'at, 15 November 2013 - 20:21 WIB
PPI tolak BIN jadi alat politik SBY
A
A
A
Sindonews.com - Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menegaskan tidak seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggunakan lembaga negara, Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengawasi setiap gerak-gerik PPI.
PPI menilai, bahwa BIN adalah lembaga milik negara dan tidak diperbolehkan digunakan untuk kepentingan pribadi SBY dan Partai Demokrat untuk memata-matai lawan-lawan politiknya.
"Saya rasa, itu terlalu berlebihan ya, jika SBY sampai menggunakan BIN untuk mengawasi kita. Karena selama ini, aktivitas kita hanya diskusi-diskusi saja. Tapi kalau memang itu benar dilakukan oleh SBY, itu benar-benar keterlaluan," kata Juru Bicara PPI, Ma'mun Murod di Markas PPI, Duren Sawit, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2013).
PPI pun mengaku bahwa pihaknya tidak setuju jika BIN digunakan oleh SBY untuk mengintervensi PPI. Bagi PPI, kata Ma'mun, BIN adalah milik negara, untuk itu PPI juga memiliki hak yang sama.
"Saya tidak rela, jika kemudian BIN digunakan untuk mengintervensi PPI. Karena BIN itu adalah alat negara, BIN juga milik PPI, bukan hanya milik SBY," pungkas Ma'mun.
Baca berita:
Asal bukan fitnah, Demokrat terima dikritik PPI
PPI menilai, bahwa BIN adalah lembaga milik negara dan tidak diperbolehkan digunakan untuk kepentingan pribadi SBY dan Partai Demokrat untuk memata-matai lawan-lawan politiknya.
"Saya rasa, itu terlalu berlebihan ya, jika SBY sampai menggunakan BIN untuk mengawasi kita. Karena selama ini, aktivitas kita hanya diskusi-diskusi saja. Tapi kalau memang itu benar dilakukan oleh SBY, itu benar-benar keterlaluan," kata Juru Bicara PPI, Ma'mun Murod di Markas PPI, Duren Sawit, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2013).
PPI pun mengaku bahwa pihaknya tidak setuju jika BIN digunakan oleh SBY untuk mengintervensi PPI. Bagi PPI, kata Ma'mun, BIN adalah milik negara, untuk itu PPI juga memiliki hak yang sama.
"Saya tidak rela, jika kemudian BIN digunakan untuk mengintervensi PPI. Karena BIN itu adalah alat negara, BIN juga milik PPI, bukan hanya milik SBY," pungkas Ma'mun.
Baca berita:
Asal bukan fitnah, Demokrat terima dikritik PPI
(kri)