US-Business Council sampaikan program kesehatan

Jum'at, 15 November 2013 - 09:14 WIB
US-Business Council...
US-Business Council sampaikan program kesehatan
A A A
Sindonews.com - Para pengusaha dan investor asal Amerika, yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council mendukung program kesehatan yang dilakukan di Indonesia. Hal ini dinilai penting guna meraih tujuan Indonesia Sehat dan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Managing Director MSD (Merck Sharp & Dohme) Indonesia Chris Tan mengatakan, perlunya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. US-ASEAN Business Council sendiri memandang partnership antara swasta dan pemerintah memang diperlukan untuk mendukung kesuksesan program JKN yang akan dimulai 2014 mendatang.

Menurutnya, dukungan ini penting karena pemerintah memiliki program-program jangka panjang di bidang kesehatan, termasuk pengendalian penyakit tidak menular dan pengendalian jumlah penduduk. Seperti diketahui, pemerintah kini tengah menekankan beberapa program di bidang kesehatan seperti penekanan angka kelahiran dan pengurangan angka kematian ibu melahirkan melalui program Keluarga Berencana (KB). Hingga pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang rencananya dimulai awal 2014.

"Pelaksaan program tersebut masih menemui banyak tantangan seperti, lonjakan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 1,49% tiap tahun, tingginya angka kematian ibu, serta maraknya penyakit mematikan seperti diabetes dan kanker di Indonesia," katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Terkait program KB, Chris mengatakan, MSD mendukung pemerintah dalam program pengendalian penduduk melalui advokasi dan program. seperti pelatihan bagi tenaga medis, penyediaan produk kontrasepsi berkualitas termasuk implan satu batang, dan juga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi dalam mencapai keluarga yang lebih berkualitas dan sejahtera.

“Kami memiliki keahlian dan portfolio yang kuat di bidang kesehatan perempuan dan kami berkomitmen membantu pemerintah dalam mencapai target MDGs nomor 5 yaitu memperbaiki kesehatan ibu," kata dia.

Dalam Hari Kesehatan Nasional, Chris menambahkan, MSD turut melakukan upaya promotif dan preventif dengan melakukan edukasi disease awareness untuk diabetes, hepatitis, kanker serviks dan MKJP kepada masyarakat melalui talkshow di berbagai radio berjaringan nasional.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi menyampaikan penghargaannya kepada stakeholder yang mendukung program Kementerian Kesehatan, termasuk swasta. Dia mengatakan upaya meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu harus terus dilakukan.

“Dari waktu ke waktu kita berusaha meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu untuk menghapuskan disparitas antar wilayah, antar kelompok masyarakat, dan antar tingkat sosial-ekonomi,” papar Nafsiah.

Lebih lanjut Menkes berharap agar perilaku hidup bersih dan sehat atau lebih dikenal sebagai PHBS dapat membudaya sejak dini melalui pendidikan baik di sekolah maupun di rumah. Pasalnya, mayoritas dana jaminan kesehatan digunakan untuk penyakit-penyakit tidak menular yang sebenarnya bisa dicegah dengan menjalankan PHBS.

"Sekitar 83 persen dana jaminan kesehatan ternyata digunakan untuk penyakit-penyakit yang bisa dicegah seperti diabetes, kanker, stroke, gagal ginjal dan lainnya. Itu dapat dicegah tapi tanpa upaya-upaya promosi kesehatan, hal ini akan menyedot dana JKN yang dikelola BPJS," lanjutnya.

Nafsiah mencontohkan banyak masyarakat yang belum menjalankan PHBS yang bisa jadi merupakan hasil dari kurangnya kesadaran yang disebabkan oleh kurangnya promosi kesehatan. Karenanya sangat penting upaya edukasi yang terus menerus kepada masyarakat.

Sekedar informasi, MSD adalah salah satu dari 100 delegasi US-ASEAN Business Council yang berasal dari berbagai sektor bisnis. Saat ini, para delegasi tengah melakukan kunjungan di berbagai instansi pemerintah RI untuk bekerja sama di sektor perdagangan, penguatan ekonomi dan integrasi ekonomi. Lembaga ini mendedikasikan diri untuk mengefektifkan hubungan bilateral negara-negara ASEAN dengan Amerika Serikat melalui kekuatan ekonomi dan perdagangan.

JKN terkendala fasilitas & tenaga kesehatan
(lal)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved