Di KPUD DKI ditemukan 66 ribu DPT bermasalah
Kamis, 14 November 2013 - 14:24 WIB
Di KPUD DKI ditemukan 66 ribu DPT bermasalah
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar inpeksi mendadak (Sidak) kepada KPU Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI), pada Rabu 13 November 2013.
Saat sidak, di Jakarta masih ditemukan sebanyak 66 ribu lebih pemilih bermasalah atau invalid.
"Sejauh ini kami temukan 66.089 data pemilih yg dianggap invalid dari total pemilih yang ditetapkan dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 7.211.514," kata KPUD DKI Jakarta, Sumarno, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/11/2013).
Namun begitu, menurut Sumarno, jumlah data pemilih bermasalah tersebut terbilang kecil. Sebab, kata dia, usai jumlah 7.211.514 ditetapkan sebagai DPT DKI Jakarta, pihaknya melanjutkan perintah KPU Pusat, yang meminta kembali dilakukan penyisiran dan pembersihan DPT. "Jumlah tersebut sangat kecil, dan hanya berkisar antara 0.94 persen," ujarnya.
Sumarno menuturkan, beberapa wilayah yang masih terdapat data pemilih invalid antara lain, Tanah Merah, Koja dan Rawa Badak Selatan. Di sana, mayoritas pemilih invalid tak memiliki identitas lengkap.
"Di sana kami temukan betul pemilih tersebut itu ada, tapi mereka sama sekali enggak punya identitas," ungkapnya.
Ditambahkan dia, data pemilih invalid, menurutnya banyak ditemukan di situ. Sebagian besar data tersebut merupakan warga pendatang dari luar Jakarta. "Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, ada yang dari Kolaka, Luwu, Sulawesi, Kediri, Jombang, Karawang dan sebagainya. Nah hal inilah yang akan kami data ulang," tutur Sumarno.
Berita terkait:
KPU akan bangun ruang operasional logistik
Saat sidak, di Jakarta masih ditemukan sebanyak 66 ribu lebih pemilih bermasalah atau invalid.
"Sejauh ini kami temukan 66.089 data pemilih yg dianggap invalid dari total pemilih yang ditetapkan dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 7.211.514," kata KPUD DKI Jakarta, Sumarno, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/11/2013).
Namun begitu, menurut Sumarno, jumlah data pemilih bermasalah tersebut terbilang kecil. Sebab, kata dia, usai jumlah 7.211.514 ditetapkan sebagai DPT DKI Jakarta, pihaknya melanjutkan perintah KPU Pusat, yang meminta kembali dilakukan penyisiran dan pembersihan DPT. "Jumlah tersebut sangat kecil, dan hanya berkisar antara 0.94 persen," ujarnya.
Sumarno menuturkan, beberapa wilayah yang masih terdapat data pemilih invalid antara lain, Tanah Merah, Koja dan Rawa Badak Selatan. Di sana, mayoritas pemilih invalid tak memiliki identitas lengkap.
"Di sana kami temukan betul pemilih tersebut itu ada, tapi mereka sama sekali enggak punya identitas," ungkapnya.
Ditambahkan dia, data pemilih invalid, menurutnya banyak ditemukan di situ. Sebagian besar data tersebut merupakan warga pendatang dari luar Jakarta. "Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, ada yang dari Kolaka, Luwu, Sulawesi, Kediri, Jombang, Karawang dan sebagainya. Nah hal inilah yang akan kami data ulang," tutur Sumarno.
Berita terkait:
KPU akan bangun ruang operasional logistik
(maf)