Gunakan IT, MoU KPU dengan Lemsaneg bakal batal
Kamis, 14 November 2013 - 12:54 WIB
Gunakan IT, MoU KPU dengan Lemsaneg bakal batal
A
A
A
Sindonews.com - Kerja sama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), untuk pengamanan data pemilu masih dikaji dan bakal ditinjau ulang.
KPU masih menunggu sistem informasi teknologi (IT) yang bakal digunakan, untuk mengamankan data-data tersebut. Jika KPU memutuskan menggunakan IT tersebut, maka kerja sama dengan Lemsaneg bisa dibatalkan.
"Jadi Lemsaneg menunggu diskusi soal apakah kami akan menggunakan IT?," kata Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Menurut Husni, sistem IT itu nantinya akan di masukkan dalam Peraturan KPU (PKPU) yang masuk dalam peraturan pemungutan dan penghitungan suara.
Dilanjutkan dia, usaha menggunakan IT sendiri dilakukan untuk mengatur pengelolaan data pemilu secara mandiri. Sehingga, data pemilu tersebut menjadi valid saat diinformasikan kepada publik. "Belajar dari sebelumnya, maka kami butuh itu (IT). Karena kami siapkan jaring-jaring itu," ujarnya.
Sebelumnya, kalangan masyarakat dan pegiat pemilu mempersoalkan kerja sama KPU dengan Lemsaneg. Sebab, dengan kerja sama yang dikuatkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) itu, dikhawatirkan data pemilu tak bisa dikelola secara independen.
Klik di sini untuk berita terkait.
KPU masih menunggu sistem informasi teknologi (IT) yang bakal digunakan, untuk mengamankan data-data tersebut. Jika KPU memutuskan menggunakan IT tersebut, maka kerja sama dengan Lemsaneg bisa dibatalkan.
"Jadi Lemsaneg menunggu diskusi soal apakah kami akan menggunakan IT?," kata Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Menurut Husni, sistem IT itu nantinya akan di masukkan dalam Peraturan KPU (PKPU) yang masuk dalam peraturan pemungutan dan penghitungan suara.
Dilanjutkan dia, usaha menggunakan IT sendiri dilakukan untuk mengatur pengelolaan data pemilu secara mandiri. Sehingga, data pemilu tersebut menjadi valid saat diinformasikan kepada publik. "Belajar dari sebelumnya, maka kami butuh itu (IT). Karena kami siapkan jaring-jaring itu," ujarnya.
Sebelumnya, kalangan masyarakat dan pegiat pemilu mempersoalkan kerja sama KPU dengan Lemsaneg. Sebab, dengan kerja sama yang dikuatkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) itu, dikhawatirkan data pemilu tak bisa dikelola secara independen.
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)