Perbaikan DPT, SBY beri KPU perpanjangan waktu
Kamis, 14 November 2013 - 10:34 WIB
Perbaikan DPT, SBY beri KPU perpanjangan waktu
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya terus melakukan penyisiran dan perbaikan data 104 juta pemilih bermasalah, yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Menurut Ketua KPU Husni Kamil Manik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberi sinyal masa perpanjangan perbaikan DPT bagi KPU, selama ditemukan pemilih terdaftar sebagai DPT, tapi belum mendapatkan hak pilihnya.
"Kemudian jika nanti pada 4 Desember belum tuntas, masih memungkinkan waktu diperpanjang," ujar Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Selain itu, lanjut dia, presiden juga telah meminta kepada pemerintah daerah (pemda) di tingkat kabupaten/kota, untuk mendukung upaya KPU dalam melakukan pembersihan DPT bermasalah.
Sebab urusan DPT, kata dia, tak bisa diselesaikan sendiri oleh KPU, melainkan butuh kerja sama dengan pemda.
"Itu usulan dalam diskusi, ada ketua DPR, MK, KY, Menteri Dalam Negeri, Mensesneg, Menkokesra, Menkopolhukam," ucapnya.
Sebelumnya, Husni bersama sejumlah Komisioner KPU lainnya menghadiri undangan Presiden SBY untuk menyampaikan perkembangan dan proses tahapan pemilu.
Di situ, KPU juga menyampaikan sejumlah persoalan DPT, termasuk 104 juta pemilih bermasalah. (stb)
Klik di sini untuk berita terkait
Menurut Ketua KPU Husni Kamil Manik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberi sinyal masa perpanjangan perbaikan DPT bagi KPU, selama ditemukan pemilih terdaftar sebagai DPT, tapi belum mendapatkan hak pilihnya.
"Kemudian jika nanti pada 4 Desember belum tuntas, masih memungkinkan waktu diperpanjang," ujar Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Selain itu, lanjut dia, presiden juga telah meminta kepada pemerintah daerah (pemda) di tingkat kabupaten/kota, untuk mendukung upaya KPU dalam melakukan pembersihan DPT bermasalah.
Sebab urusan DPT, kata dia, tak bisa diselesaikan sendiri oleh KPU, melainkan butuh kerja sama dengan pemda.
"Itu usulan dalam diskusi, ada ketua DPR, MK, KY, Menteri Dalam Negeri, Mensesneg, Menkokesra, Menkopolhukam," ucapnya.
Sebelumnya, Husni bersama sejumlah Komisioner KPU lainnya menghadiri undangan Presiden SBY untuk menyampaikan perkembangan dan proses tahapan pemilu.
Di situ, KPU juga menyampaikan sejumlah persoalan DPT, termasuk 104 juta pemilih bermasalah. (stb)
Klik di sini untuk berita terkait
(hyk)