Wacana gaet Soekarwo, Demokrat nilai Golkar tak beretika
Rabu, 13 November 2013 - 17:49 WIB
Wacana gaet Soekarwo, Demokrat nilai Golkar tak beretika
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan terkejut mendengar komunikasi Partai Golkar dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo yang juga kader Demokrat.
Komunikasi itu dikabarkan perihal pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, diwacanakan sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical sebagai calon presiden (capres).
"(Pertemuan) Itu tidak langgar undang-undang, tapi hanya secara etika bahwa Golkar ada baiknya permisi dahulu, tanya dahulu pada Pakde Karwo, apakah berkenan untuk diwacanakan namanya," kata pria yang biasa disapa Rampo itu saat dihubungi wartawan, Rabu (13/11/2013).
"Karena itu akan lebih elegan, daripada langsung sikat, lalu urusan belakangan, enggak bisa gitu. Jadi, tolong Golkar kedepankan etika, itu yang memperlihatkan orang beretika atau orang yang kurang etika," sambungnya.
Anggota Komisi I DPR ini mengaku tak mengetahui tujuan pasti partai berlambang pohon beringin itu, ingin mewacanakan Soekarwo sebagai cawapres dari Ical. "Kalau mau naikkan elektabilitas Golkar dengan gunakan Pakde Karwo dan dia (Soekarwo) berkenan dijadikan lahan untuk naikkan elektabilitas Golkar ya enggak apa-apa, tapi jangan main slonong boy, ada etikanya. Tanyakan dulu," tegasnya.
"Kalau sekadar untuk manuver atau naikkan elektabilitas Golkar sembari lupakan etika atau Pakde Karwo, biar publik menilai," tuntasnya.
Berita terkait:
Golkar jalin komunikasi dengan Pakde Karwo.
Komunikasi itu dikabarkan perihal pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, diwacanakan sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical sebagai calon presiden (capres).
"(Pertemuan) Itu tidak langgar undang-undang, tapi hanya secara etika bahwa Golkar ada baiknya permisi dahulu, tanya dahulu pada Pakde Karwo, apakah berkenan untuk diwacanakan namanya," kata pria yang biasa disapa Rampo itu saat dihubungi wartawan, Rabu (13/11/2013).
"Karena itu akan lebih elegan, daripada langsung sikat, lalu urusan belakangan, enggak bisa gitu. Jadi, tolong Golkar kedepankan etika, itu yang memperlihatkan orang beretika atau orang yang kurang etika," sambungnya.
Anggota Komisi I DPR ini mengaku tak mengetahui tujuan pasti partai berlambang pohon beringin itu, ingin mewacanakan Soekarwo sebagai cawapres dari Ical. "Kalau mau naikkan elektabilitas Golkar dengan gunakan Pakde Karwo dan dia (Soekarwo) berkenan dijadikan lahan untuk naikkan elektabilitas Golkar ya enggak apa-apa, tapi jangan main slonong boy, ada etikanya. Tanyakan dulu," tegasnya.
"Kalau sekadar untuk manuver atau naikkan elektabilitas Golkar sembari lupakan etika atau Pakde Karwo, biar publik menilai," tuntasnya.
Berita terkait:
Golkar jalin komunikasi dengan Pakde Karwo.
(maf)