Pergi ke luar negeri KPU dinilai habiskan uang negara

Rabu, 13 November 2013 - 14:11 WIB
Pergi ke luar negeri...
Pergi ke luar negeri KPU dinilai habiskan uang negara
A A A
Sindonew.com - Pimpinan dan sejumlah Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang berpergian ke luar negeri terus mendapat kritik dari berbagai pihak. Sebab, plesiran KPU ke negara asing tersebut dinilai tak memiliki fungsi penyelenggaraan tahapan pemilu.

Menurut Wakil Koordinator Indonesia Budjet Center (IBC) Roy Salam, KPU tak beda jauh dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang mengelola anggaran, tapi bukan untuk tujuan meningkatkan kinerja tahapan pemilu.

"Lihat praktiknya masih jauh dari apa yang diharapkan. Sekarang KPU sedang keliling dunia di 10 negara," ujar Roy, saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Dikatakan Roy, seharusnya KPU sekarang berkaca pada KPU sebelumnya. Menurutnya, penyelenggaraan tahapan pemilu masih diwarnai kekisruhan daftar pemilih tetap (DPT).

Bahkan, 104 juta pemilih bermasalah bisa mengancam kesuksekan pemilu. "Kalau dilihat sepuluh negara ini, cukup besar anggaran yang dihabiskan," ujarnya.

Tak sampai di situ, kunjungan yang dilakukan pimpinan maupun komisioner dinilai tak berarti apa-apa. Sebab, tingkat partisipasi pemilih luar negeri tak ada peningkatan yang siginifikan. Artinya, publik justru bertanya maksud tujuan kunjungan tersebut. "Kalau mereka menganggap itu uang yang kecil, itu sangat membebani," ucapnya.

Seperti diketahui, Ketua dan beberapa Komisioner KPU melakukan kunjungan ke luar negeri. Kunjungan mereka dimaksudkan untuk mengkroscek jumlah pemilih di berbagai negara, serta pesiapan tahapan pemilu.

Adapun beberapa negara dan kota yang menjadi tujuan antara lain, Arab Saudi, Malaysia, Sydney, Tokyo, Maroko, Hongkong dan Taiwan. Hal itu dibenarkan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay.

"Pak Husni (Ketua KPU) sudah pulang dari Sidney. Kami ini ada kerja sosialisasi. Jadi kepada PPLN di LN, kami perlu informasikan tentang persiapan-persiapan," jelas Hadar.
(stb)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved