Atut tersandung, Golkar khawatir melorot di Banten
Senin, 11 November 2013 - 17:42 WIB
Atut tersandung, Golkar khawatir melorot di Banten
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golongan Karya (Golkar) mengaku khawatir dengan suara pemilihnya di Provinsi Banten, setelah Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, diduga tersandung kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya, Gubernur Banten dan Wali Kota Tangsel tersebut adalah penghimpun suara Golkar terbanyak di Provinsi Banten. Oleh karena itu, Golkar khawatir suara pemilihnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan alami penurunan.
"Tentu hal ini akan mempengaruhi dan berdampak langsung kepada Partai Golkar. Tapi seberapa jauh penurunannya, saya masih belum bisa mengatakan itu," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung di Universitas Islam Negeri (UIN), Ciputat, Senin (11/11/2013).
Akbar meyakini, hal tersebut akan menjadi tantangan terberat Partai Golkar menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Untuk itu, Akbar meminta elite Golkar agar serius menyikapi hal tersebut.
Menurutnya, langkah-langkah strategis tersebut diakui Akbar sangat dibutuhkan agar tidak berdampak secara langsung pada elektabilitas Partai Golkar di Provinsi Banten. "Ini akan menjadi tantangan yang serius bagi Partai Golkar, Bila mana Golkar tidak melakukan langkah-langkah yang tepat," pungkasnya.
Berita terkait:
Tokoh Golkar yakin Golkar masih kuat di Banten
Pasalnya, Gubernur Banten dan Wali Kota Tangsel tersebut adalah penghimpun suara Golkar terbanyak di Provinsi Banten. Oleh karena itu, Golkar khawatir suara pemilihnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan alami penurunan.
"Tentu hal ini akan mempengaruhi dan berdampak langsung kepada Partai Golkar. Tapi seberapa jauh penurunannya, saya masih belum bisa mengatakan itu," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung di Universitas Islam Negeri (UIN), Ciputat, Senin (11/11/2013).
Akbar meyakini, hal tersebut akan menjadi tantangan terberat Partai Golkar menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Untuk itu, Akbar meminta elite Golkar agar serius menyikapi hal tersebut.
Menurutnya, langkah-langkah strategis tersebut diakui Akbar sangat dibutuhkan agar tidak berdampak secara langsung pada elektabilitas Partai Golkar di Provinsi Banten. "Ini akan menjadi tantangan yang serius bagi Partai Golkar, Bila mana Golkar tidak melakukan langkah-langkah yang tepat," pungkasnya.
Berita terkait:
Tokoh Golkar yakin Golkar masih kuat di Banten
(maf)